Uncategorized

Desa Aman Anak, Langkah Kabupaten Indramayu Menuju Kabupaten Layak Anak

×

Desa Aman Anak, Langkah Kabupaten Indramayu Menuju Kabupaten Layak Anak

Share this article

 

Indramayu – Aula Patriatama Polres Indramayu, Jawa Barat, Pada Rabu (5/6/2024), kemarin menjadi tempat digelarnya Rapat Koordinasi Pembentukan Pilot Project Desa Aman Anak menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Indramayu.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang berkomitmen untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan kondusif bagi anak-anak di Kabupaten Indramayu.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Kapolres Indramayu AKBP Dr. M. Fahri Siregar, S.H., S.I.K., M.H., Wakapolres Indramayu, Kompol Ryan Faisal, S.I.K.

Turut hadir dalam acara ini adalah PLT Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Indramayu, Opik Hidayat, S.Sos, Kepala Kemenag yang diwakili oleh Kepala Seksi Penyelenggaraan Zakat Wakaf Kakanwil Kemenag Kabupaten Indramayu, H. Sufyan, S.Ag., M.A., serta sejumlah pejabat penting lainnya termasuk para camat, kepala desa, dan perwakilan instansi terkait.

Kapolres Indramayu yang memimpin rapat koordinasi ini menyampaikan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.

“Terima kasih kepada semua yang telah hadir. Kenakalan remaja dan kekerasan seksual yang menimpa kaum wanita di Indramayu cukup sering terjadi. Desa Aman Anak ini merupakan bagian dari Kabupaten Layak Anak. Faktor ekonomi juga merupakan salah satu hambatan. Kami berharap kegiatan ini dapat menjangkau semua orang dan memberikan lingkungan yang baik kepada anak-anak,” ujar Kapolres Indramayu, AKBP M. Fahri Siregar.

Sementara Kasat Binmas Polres Indramayu, AKP Suprihati Setyaningsih, menekankan pentingnya memenuhi hak-hak anak, memberikan rasa aman, dan mengembangkan potensi anak.

“Melindungi dan memberikan rasa nyaman kepada anak, mengembangkan potensi dan kreasi anak, serta menekan tindak kejahatan terhadap anak adalah prioritas kami. Pemerintah juga harus memastikan bahwa setiap anak, tanpa kecuali, mendapatkan hak-haknya,” katanya.

Ditempat yang sama, PLT Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Indramayu, Opik Hidayat, juga menyoroti pentingnya penanganan kenakalan remaja yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi.

“Kemiskinan adalah salah satu faktor terjadinya kenakalan remaja. Terima kasih kepada Polres yang menangani program Kabupaten Layak Anak ini,” ujarnya.

Kepala Kemenag yang diwakili oleh H. Sufyan mengapresiasi inisiatif Polres Indramayu.

“Anak harus mendapatkan pembelajaran agama dan tanggung jawab terhadap anak bukan hanya kepada orang tua. Sosialisasi kepada masyarakat harus lebih maksimal,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Erni Heriningsih, menyoroti tantangan anak-anak di era digital.

“Media sosial membuat anak menjadi lebih aktif. Pihak sekolah juga harus membuat program yang baik untuk mengatasi hal ini,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Indramayu, Suyitno, menyatakan pentingnya menurunkan angka pernikahan muda dan mengalokasikan anggaran untuk program ini.

“Kami siap menjalankan kegiatan untuk membangun Indramayu Aman Anak,” katanya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, H. Dede Setiawan, menyampaikan kesiapan dinasnya dalam mendukung program ini dengan layanan kesehatan anak.

“Kami siap dalam menjadikan Indramayu Aman Anak,” ujarnya.

Gilang Yudhi Pratama dari Dinas Sosial menekankan pentingnya bimbingan sosial kepada anak dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak.

“Bimbingan sosial kepada anak harus diutamakan,” tambahnya.

Ketua Selendang Puan Kabupaten Indramayu, Yuyun Haerunisa, menyoroti kebutuhan akan lebih banyak psikolog untuk mendukung program ini.

“Kendala kami adalah kekurangan psikolog,” katanya.

Ketua Umum HMI Cabang Indramayu, Gaos Al Abror Al Muharrom, menyatakan komitmennya untuk mengawal kegiatan ini hingga berhasil.

“Indonesia mendapat bonus demografi yang harus dimanfaatkan untuk membangun Indonesia Emas 2045. Kita harus menciptakan lingkungan yang baik bagi anak-anak,” ujarnya.

Danramil Indramayu, Kapten Inf. Setiawan, menekankan bahwa perkembangan media sosial menjadi salah satu faktor kenakalan remaja.

“Kita harus mempertajam setiap kegiatan untuk mengatasi masalah ini,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *