Majalengka – Praktik pungutan liar (pungli) yang marak terjadi di lingkungan perusahaan menjadi sorotan serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka.
Komisi II DPRD Kabupaten Majalengka Fraksi Gerindra,H. Ano Suksena mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan orang dalam di balik praktik pungli yang kerap mengganggu para pekerja dan calon pekerja di sejumlah pabrik di Kabupaten Majalengka.
Pentingnya menutup ruang gerak bagi pelaku pungli. Ia menyebutkan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan pekerja, tetapi juga menciptakan ketidaknyamanan bagi perusahaan.
“Kami dari Komisi II sempat menyinggung soal pungli dalam setiap kunjungan ke perusahaan. Kami tekankan agar perusahaan menutup ruang terhadap praktik-praktik pungli semacam ini,” kata Ano Suksena saat di wawancara awak media Sabtu (08/02/2025).
Ano Suksena juga menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan beberapa ide dan strategi kepada perusahaan untuk meminimalisir hal itu terjadi. Ia menyambut baik respons positif dari beberapa perusahaan yang berkomitmen untuk menyelaraskan strategi dari DPRD dengan kebijakan internal mereka.
“Kami ingin menciptakan sistem atau komposisi yang dapat menutup ruang gerak praktik pungli, terutama dari pihak manajemen. Tidak menutup kemungkinan pelakunya ada di dalam perusahaan itu sendiri,”ujarnya.
Ano Suksena juga menyoroti perlunya kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan dinas terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja, untuk bersama-sama fokus dalam menekan angka pungli. Menurutnya, meskipun tantangan yang dihadapi cukup besar, praktik pungli harus bisa diminimalisir, bahkan dihilangkan.
“Ini saya rasa sudah menjadi budaya sosial yang melibatkan masyarakat luas, kita akan terus berupaya melakukan evaluasi dan kunjungan rutin dengan mitra kerja. Mudah-mudahan bisa menekan angka pungli yang sangat mengganggu ini,” pungkasnya.
Ano Suksena menegaskan nanti kedepannya kita akan mengadakan balai pelatihan yang resmi supaya calon karyawan atau calon pekerja itu di bekali dengan keahlian dan kemampuan yang sudah jelas.
“Nanti pihak industri atau pabrik tinggal bekerja sama dengan LPK tersebut, untuk mengakomodir pekerja-pekerja yang memang di Majalengka ini masih tinggi tingkat penganggurannya.”tuturnya
Harapan Kedepannya Ano Suksena sangat tidak setuju dengan adanya kejadian pungli di pabrik dan kedepannya tidak ada lagi pungli pabrik di Majalengka, karena sejalan dengan program Bupati dan wakil bupati yang baru untuk memberantas salah satunya Pungli untuk masuk ke pabrik atau industri yang ada di kabupaten majalengka..”(KD)


