Majalengka,PPNews.Id – Anggota DPRD Majalengka Muh. Fajar Shidik bukakan ruang ekpresi untuk mahasiswa seperti diskusi, audiensi,dan aksi unjuk rasa.Dorong organisasi ekstra kampus agar lebih agresif menciptakan aktivis yang kritis untuk angkat isu-isu daerah bukan hanya isu nasional sajah.
Anggota DPRD Majalengka Fraksi PPP Muh. Fajar Shidik menyampaikan ruang ekspresi harus dibukakan dengan teman-teman mau diskusi mau audiensi, mau aksi unjuk rasa, itu kan kebebasan ekspresi itu jangan sampai kita-kita sebagai senior mengintervensi kreativitas teman-teman, mahasiswa, silahkan saja untuk menyuarakan kerakyatan, menyuarakan kebenaran mahasiswa.
“Genjet milineal itu kelompok yang rasional mari kita terjemahkan rasional versinya mereka itu seperti apa kita sebagai politisi, sebagai anak muda yang memberikan input yang baik terhadap mereka datanya kita kasih apa yang menjadi kekurangan pemerintahan ini yang kita kasih, ini yang harus kita perbaiki disuarakan oleh mahasiswa.”ucap Muh. Fajar Shidik saat di wawancara media pada Selasa (06/01/2026).
Muh. Fajar Shidik menegaskan mahasiswa-mahasiswa butuh data-data untuk input mereka melakukan advokasi ke bawah yang kami lihat juga untuk khususnya Majalengka.
Seharusnya teman-teman mahasiswa lebih agresif misalnya melakukan silahturahmi ke dinas untuk mengkritik isu daerah tidak cuman mengikuti isu nasional saja.
“Ruang diskusinya yang belum terbuka di teman-teman mahasiswa ini hanya orang-orang pergerakan yang mengangkat isu-isu tentang jeleknya infrastruktur banyaknya kekurangan pelayanan di masyarakat yang telah di ukur untuk memudahkan Majalengka khususnya grup pendidikan kuliah masih minim zamannya aktivis harus rajin disuksi dengan politisi.”tegasnya
Dewan kabupaten Majalengka sering mengundang mahasiswa untuk berdiskusi dan saya juga sering datang ke kampus untuk mengisi seminar mengisi materi dan datang ke ruang-ruang mahasiswa mereka juga butuh di akui oleh Dewan dan jarang di lakukan oleh politisi yang lain.
“Melakukan komunikasi berarti terobosan-terobosannya atau sering audensi biar mengenai ini tanggung jawab kita bersama itu sebagai kontrol sosial.” Ujar Muh. Fajar Shidik
Harapan kedepannya di organisasi ekstra kampus seperti HMI,PMII, GMNI,BEM,dan yang lainnya harus lebih agresif menciptakan aktivis-aktivis yang kritis di kabupaten majalengka.***(kodir)






