Polri Untuk Indonesia
DAERAH

BPDAS Cimanuk Citanduy Mengelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Pembuatan Bangunan Sipil Teknis

×

BPDAS Cimanuk Citanduy Mengelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Pembuatan Bangunan Sipil Teknis

Share this article

Majalengka – Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) kegiatan peningkatan kapasitas kelompok tani pembuatan bangunan sipil teknik. yang bertempat di Hotel Garden Kabupaten Majalengka.”Jumat (20/12/2024)

Bimtek digelar selama Dua hari dari 20 sampai 21 Desember 2024 bimtek yang di ikuti oleh Sumedang, Majalengka,dan Kuningan, dalam kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Tim Belai Besar Pelatihan Provinsi Jawa Barat.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

Panitia pelaksana bimtek Arif Menyampaikan Peningkatan kapasitas kelompok tani dalam pembuatan bangunan sipil teknis dapat dilakukan melalui bimbingan teknis. Bimbingan teknis ini dapat mencakup: Pemetaan keragaan dan klasifikasi kelompok tani,Penilaian kelas kemampuan kelompok tani hutan, Pengenalan materi terkait, Praktik terkait.

“Kapasitas petani merupakan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki petani untuk menjalankan kegiatan usaha tani. Kapasitas petani yang tinggi dapat membantu petani berhasil dalam melakukan usaha tani.”ujarnya

Arif Mengatakan Kelompok tani hutan (KTH) memiliki peran penting dalam pembangunan pertanian, di antaranya sebagai wahana belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi.

“Kelompok tani juga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dengan menerapkan teknologi pertanian yang tepat guna, penggunaan pupuk dan pestisida yang efisien, serta pengelolaan lahan yang baik.”ujar Arif

Arif Menjelaskan Pelaksanaan kegiatan rehabilitasi selain secara vegetative melalui penanaman, metode sipil teknis yang sering diterapkan yaitu teknik konservasi tanah dan air (KTA). Teknik KTA adalah perlakuan fisik mekanik melalui pembuatan bangunan KTA yang akan mendukung percepatan pemulihan lingkungan dengan mengurangi laju erosi, sedimentasi, dan meningkatkan bangunan tanah.

“Metode sipil teknis dalam konservasi tanah dan air antara lain meliputi bangunan Dam Pengendali (DPi), Dam Penahan (DPn), Embung Air, dan Pengendali Jurang (gully plug/GP).”pungkasnya

Harapan Kedepannya melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani untuk menciptakan petani yang maju dan berwawasan.*** (Kdr)