Polri Untuk Indonesia
DAERAH

Pedagang Pasar dan Masyarakat Majalengka Mengeluhkan Program MBG Menyebabkan Berkurangnya Pasokan Ayam di Pasar Tradisional Yang Berdampak Kenaikan Harga Ayam

×

Pedagang Pasar dan Masyarakat Majalengka Mengeluhkan Program MBG Menyebabkan Berkurangnya Pasokan Ayam di Pasar Tradisional Yang Berdampak Kenaikan Harga Ayam

Share this article

Majalengka – Sejumlah pedagang ayam di pasar tradisional Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengeluhkan kenaikan harga daging ayam yang dinilai cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Harga yang semula stabil di kisaran Rp36 ribu per kilogram, kini merangkak naik menjadi Rp47 ribu hingga Rp48 ribu per kilogram.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

Salah seorang pedagang ayam di pasar tradisional kadipaten, Bu Dewi menyebut kenaikan harga ini sangat memberatkan para penjual kecil. Jika biasanya ia mampu menjual hingga 60 kilogram ayam per hari, kini hanya mampu mengambil sekitar 20 kilogram saja.

“Sekarang untung sudah tidak seberapa. Malah banyak pedagang yang berhenti berjualan, termasuk di pasar-pasar tradisional seperti Pasar lain. Semua sama-sama mengeluh karena stok ayam terbatas,” ujarnya

Menurutnya Bu Dewi, keterbatasan pasokan ayam di tingkat peternak dipengaruhi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini diduga menyerap pasokan ayam langsung dari kandang, sehingga ketersediaan untuk pedagang kecil semakin berkurang.

“Kalau stok diambil banyak untuk program itu, otomatis kami kekurangan. Dampaknya harga naik, sementara daya beli masyarakat turun. Akhirnya penjualan kami juga terhantam,” ujar Bu Dewi saat di wawancara awak media pada Selasa (16/09/2025)

Bu Dewi yang sudah berjualan ayam di pasar selama bertahun tahun berharap pemerintah dapat meninjau ulang mekanisme program MBG. akan lebih efektif jika bantuan diberikan langsung berupa uang tunai kepada orang tua siswa agar lebih merata dan tidak menekan pasar tradisional.

“Benar kata Pak Deddy Mulyadi, sebaiknya uangnya saja langsung diberikan ke orang tua. Kalau begini banyak keluhan, bahkan ada yang bilang makanan dari program MBG tidak termakan anak-anak,”pungkasnya

Para pedagang ayam di Majalengka berharap ada solusi dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya daging ayam, agar pedagang kecil tetap bisa bertahan dan masyarakat tidak semakin terbebani.

Situasi ini menambah panjang daftar keluhan masyarakat Majalengka terkait kebutuhan pokok yang kian mahal. Pedagang dan pembeli berharap adanya langkah cepat agar pasokan ayam kembali normal dan harga bisa kembali terjangkau.***(Kodir)