Polri Untuk Indonesia
DAERAH

Viral: Sekelompok Masyarakat Majalengka Dipaksa Ngaku Ranting PDIP dan Dukung Eman – Dena di Pilkada Majalengka

×

Viral: Sekelompok Masyarakat Majalengka Dipaksa Ngaku Ranting PDIP dan Dukung Eman – Dena di Pilkada Majalengka

Share this article

Majalengka – Sebuah video viral di medsos yang menunjukkan Ranting PDIP dari Desa Karangsambung, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, diduga menjadi korban manipulasi politik.

Mereka disuruh membacakan deklarasi dukungan untuk bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Majalengka, Eman Suherman dan Dena M. Ramdhan, tanpa mengetahui maksud dan dampaknya.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

Video yang ramai beredar di media sosial seperti Whatsap ,Facebook, dan TikTok itu menunjukkan sekelompok mengenakan kaos seragam bertuliskan “Siap Kangge Majalengka Langkung SAE” – slogan dari bakal calon Eman Suherman.

Namun, pengakuan dari Dede ini mengejutkan: mereka hanya disuruh membaca teks dukungan tanpa memahami konteks politiknya.

Menurut pengakuan Dede, orang yang membacakan deklarasi dukungan kepada Eman dan Dena, dirinya mengaku hanya disuruh oleh seseorang untuk membacakan teks dukungan tersebut dan meminta maaf atas kehilafannya.

Dede menyatakan perintah untuk membacakan dukungan itu disanggupinya itu karena sebagai warga yang tidak tahu esensi atau konteks yang dibacakannya tersebut.

Dede mengaku hanya mengikuti arahan seseorang tanpa menyadari bahwa tindakan tersebut bisa memiliki dampak politik yang serius.

“Saya hanya masyarakat,Kami sebagai masyarakat biasa yang disuruh untuk membaca, ya membaca saja, ” ujar Dede saat diklarifikasi PAC PDIP Kadipaten. “Selasa 12 November 2024.

PAC PDIP Kadipaten Agung menyayangkan insiden ini, menyebut bahwa masyarakat yang ada di video tersebut telah dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab yang ingin memanipulasi situasi politik menjelang Pilkada Majalengka 2024.

“Mereka korban, dan kami memahami situasi ini,” ujar ketua PAC PDIP Kadipaten.

Lebih lanjut,Tim Advokasi Karna Sobahi – Koko Suyoko, Indra Sudrajat, menegaskan bahwa video tersebut merupakan bentuk pembohongan publik dan kejadian ini merupakan bentuk penyerangan terhadap PDI Perjuangan kabupaten majalengka.

“Ini serangan keempat kalinya terhadap PDI Perjuangan kabupaten majalengka, pertama ketika acara di GGM, Jatiwangi, Panongan dan terakhir di Karangsambung Kadipaten” kata Indra.

Indra Sudrajat menjelaskan bahwa video yang viral di medsos tidak ada pengurus Ranting PDIP Desa Karangsambung, sebagaimana ditetapkan dalam SK partai.

“Dalam struktur resmi, seluruh pengurus Ranting PDIP Desa Karangsambung Tidak ada ranting PDIP yang ada di video itu. Ini jelas rekayasa dan bentuk kepanikan pihak lawan,” ujar Indra Sudrajat

Indra Sudrajat juga menambahkan, upaya ini mencerminkan ketidakjujuran dan manipulasi yang sengaja dimainkan oleh pihak tertentu untuk menciptakan kesan bahwa PDIP mendukung pasangan Eman-Dena.

Padahal, PDIP kabupaten majalengka solid mendukung pasangan Karna Sobahi-Koko Suyoko untuk Pilkada Majalengka 2024.

“Kejadian ini pun menimbulkan keprihatinan di kalangan publik, terutama terkait bagaimana yang tidak memahami dinamika politik dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab demi kepentingan politik tertentu,” pungkasnya.