Polri Untuk Indonesia
Uncategorized

Walikota Sorong Melaksanakan Peletakan Batu Pertama Ruang Terbuka Publik Remu: Wujud Nyata Kota Sorong Menuju Kota Modern dan Hijau

×

Walikota Sorong Melaksanakan Peletakan Batu Pertama Ruang Terbuka Publik Remu: Wujud Nyata Kota Sorong Menuju Kota Modern dan Hijau

Share this article

KOTA SORONG PBD, BUSERJATIM.COM GROUP – Pemerintah Kota Sorong terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kota yang modern, hijau, dan berkelanjutan. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP) Remu yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, SH., M.PA, bertempat di Terminal Angkot Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Remu Selatan, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Selasa (28/10/25).

Kegiatan ini merupakan langkah awal dari program strategis Pemerintah Kota Sorong tahun anggaran 2025 dalam mewujudkan “Kota Sorong yang Maju, Bersih, Hijau, Aman, dan Sejahtera.”

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kota Sorong Drs. Ec. John Lewerissa, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pengembangan dan Otsus Very M.R. Kambuaya, SE, Kepala Dinas Cipta Karya Esau Isir, ST., MM, serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Sorong, termasuk perwakilan dari PT PDKA Sorong selaku pelaksana pekerjaan.

Dalam laporan pembuka, Kepala Dinas Cipta Karya, Esau Isir, ST., MM, menyampaikan bahwa pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP) Remu dilaksanakan berdasarkan Kontrak Nomor 09.1.03/RTP/2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp 4.390.200.000, bersumber dari APBD Perubahan Kota Sorong Tahun Anggaran 2025.

“Luas area pembangunan mencapai 5.450 meter persegi, dengan area pemanfaatan seluas 3.400 meter persegi. Waktu pelaksanaan pembangunan ditetapkan selama 150 hari kalender,” jelas Esau.

Ia juga menambahkan bahwa di dalam kawasan RTP ini akan dibangun berbagai fasilitas publik, antara lain lapangan multifungsi (basket dan voli), area parkir kendaraan roda dua dan empat, jalur jogging (jogging track), ruang bermain anak, panggung serbaguna (tugu Tifa), jembatan penghubung, serta pos jaga keamanan.

“Ruang terbuka publik ini dirancang untuk menjadi ikon baru Kota Sorong. Tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga menjadi pusat kegiatan masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi, dan berekreasi,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, SH., M.PA, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan peletakan batu pertama ini sebagai langkah awal dalam pembangunan kota yang modern dan berkelanjutan.

“Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas kasih dan penyertaan-Nya, hari ini kita dapat bersama-sama mewujudkan konsep pembangunan kota Sorong menuju kota yang modern, hijau, dan berkelanjutan,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, Ruang Terbuka Publik (RTP) merupakan ciri dari kota modern yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi, bersantai, dan menikmati suasana alam di tengah kota.

“Kita ingin menghadirkan tempat yang nyaman, teduh, dan menyenangkan bagi seluruh warga. Anak-anak dapat bermain, orang tua dapat bersantai, dan semua bisa menikmati udara segar tanpa harus keluar jauh dari kota,” ungkapnya.

Wali Kota juga menjelaskan bahwa ke depan, Pemerintah Kota Sorong akan melakukan penataan vegetasi dan pohon di kawasan RTP ini agar tetap hijau dan sejuk. Selain itu, akan dibangun pula kolam retensi multifungsi yang tidak hanya berfungsi sebagai pengendali air, tetapi juga akan dilengkapi jalur jogging serta area UMKM bagi pelaku usaha lokal.

“Dengan adanya fasilitas UMKM di sekitar area ini, kita berharap ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh. Jadi pembangunan ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga pemberdayaan ekonomi rakyat,” kata Septinus Lobat.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sorong akan menempatkan petugas Satpol PP untuk menjaga keamanan dan kebersihan area setelah proyek selesai dibangun pada tahun 2026.

“Kita ingin agar ruang publik ini terpelihara dengan baik, tidak rusak, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Sorong,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung proses pembangunan dengan menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan sekitar proyek.

“Saya mengimbau kepada seluruh warga Remu Selatan dan sekitarnya, mari kita bersama-sama menjaga agar pembangunan ini berjalan lancar dan aman. Kita ingin agar di tahun 2026 nanti, ruang terbuka publik ini bisa kita resmikan dan nikmati bersama,” tutupnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi peletakan batu pertama oleh Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, SH., M.PA, didampingi Ketua DPRD Kota Sorong serta para kepala OPD. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya pembangunan Ruang Terbuka Publik Remu yang diharapkan menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Kota Sorong.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh masyarakat, pembangunan RTP Remu diharapkan menjadi tonggak awal bagi transformasi Kota Sorong menuju kota modern yang hijau, nyaman, dan berkelanjutan.

 

(TK)

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar pada 1 Mei di Kota Bandung berlangsung aman dan damai. Ribuan buruh dari berbagai elemen serikat pekerja mengikuti rangkaian aksi dengan tertib, menyuarakan aspirasi mereka tanpa insiden berarti hingga kegiatan berakhir. Meski demikian, pada akhir kegiatan sempat terjadi gangguan yang diduga dilakukan oleh kelompok anarko. Situasi tersebut sempat memicu ketegangan di beberapa titik. Namun, aparat kepolisian bergerak cepat untuk mengendalikan keadaan sehingga tidak berkembang menjadi kericuhan yang lebih luas. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Hingga saat ini, kondisi di Bandung dilaporkan tetap kondusif. Aparat keamanan masih bersiaga untuk memastikan stabilitas dan ketertiban masyarakat tetap terjaga pasca aksi May Day. Pihak kepolisian juga telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi anarkis tersebut. Sementara itu, beberapa lainnya masih dalam proses pengejaran oleh petugas. Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa situasi kini sudah terkendali. “Memang sempat terjadi gangguan oleh kelompok anarko, namun dapat segera kami tangani. Saat ini situasi di Bandung aman dan kondusif. Beberapa pelaku sudah kami amankan, dan sisanya masih dalam pengejaran,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026) Ia juga mengapresiasi sikap kooperatif para buruh yang tetap menjaga ketertiban selama aksi berlangsung. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan May Day secara damai, diharapkan hubungan antara pekerja, pemerintah, dan aparat keamanan dapat terus terjaga dengan baik demi menciptakan suasana yang kondusif di Jawa Barat.
Uncategorized

Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan memimpin langsung mengamankan…