Majalengka – Perpindahan peringatan Hari Jadi Majalengka dari 7 Juni ke 11 Februari bukan sekadar perubahan kalender administratif, melainkan peristiwa simbolik yang membuka ruang tafsir baru mengenai identitas daerah. Penetapan ulang tersebut menghadirkan momentum reflektif untuk membaca kembali sejarah, menegaskan jati diri kolektif, serta merancang arah masa depan berbasis warisan nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Milangkala ke-186 Majalengka dari BERIMAN, mari kita satukan tekad untuk Majalengka.
Seiring dengan bertambahnya usia daerah kita tercinta, semangat kita untuk membawa perubahan tidak boleh padam.
Saya, Kiki Aston, Ketua BERIMAN (Barisan Relawan Mama Haji Eman), mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai hari jadi ini sebagai momentum kebangkitan.
“Bagi kami di BERIMAN, merayakan Majalengka berarti merayakan harapan rakyat. Melalui sosok Mama Haji Eman, kita membawa misi besar untuk membenahi apa yang kurang dan memperkuat apa yang sudah baik.” Ujar Kiki Aston saat di wawancara media pada Rabu (11/02/2026).
Kiki Aston Menyampaikan Visi Nyata untuk Rakyat :
1. Ekonomi Kerakyatan Membuka akses modal dan pasar bagi UMKM agar produk lokal Majalengka naik kelas.
2. Infrastruktur Merata Memastikan jalan-jalan hingga ke pelosok mulus demi kelancaran ekonomi warga.
3. Pendidikan & Kesehatan Menjamin akses layanan yang lebih cepat, murah, dan bermartabat bagi seluruh lapisan masyarakat.
4. Pemerintahan Bersih Mewujudkan birokrasi yang melayani dengan hati, transparan, dan tanpa pamrih.
“186 tahun adalah bukti ketangguhan kita. Namun, untuk melompat lebih jauh, kita butuh kepemimpinan yang merakyat dan terbukti kerja nyatanya. Bersama Mama Haji Eman, mari kita bangun Majalengka yang lebih SAE (Sejahtera, Agamis, dan Eksis).”pungkasnya
Mari kita rapatkan barisan. Hari ini kita bersyukur atas sejarah, esok kita berjuang untuk masa depan yang lebih cerah menuju Majalengka yang langkung SAE.***(kodir).














