Majalengka – Kepala DP3AKB Kabupaten Majalengka, Drs. H. Nasrudin, M.Pd, mengatakan wilayah yang saat ini masih tergolong rawan stunting yaitu wilayah Kecamatan Sumberjaya. Wilayah ini dianggap masih rawan stanting karena berdasarkan data yang diperoleh yaitu ada 494 anak tergolong stunting tercatat pada 6 Mei 2024. Penurunan angka stunting ini hanya turun 0.2 digit dari 24,3 persen menjadi 24,1 persen ditahun 2023 berdasarkan survei dari Kemenkes secara nasional, ungkap Nasrudin. Sedangkan desa yang masih tergolong rawan stunting yaitu Desa Panjalin lor Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka. Sehingga pada tahun tersebut Pemerintah Kabupaten Majalengka masih akan lokus penanganan di wilayah tersebut.
Seperti diungkapkan Kepala DP3AKB, Drs. Nasrudin, M.M, mewakili kesekertariatan OPD Pemerintah Kabupaten Majalengka yang diketuai Kepala Bappeda Litbang Majalengka. Hal ini dikatakannya pada acara evaluasi penilaian kinerja 8 aksi pelaksanaan Konvergensi penanggulangan stunting bersama Pemerintah Propinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan pada Kamis (30/05/24) di Hotel Fitra Majalengka. Dalam keterangannya Nasrudin juga mengatakan ada sekitar 3600 bayi atau balita yang saat ini termasuk pada katagori rentan stunting pada 2023 berdasarkan data penimbangan balita yang dilakukan Dinkes Kabupaten Majalengka.
Namun berdasarkan data penimbangan balita yang dilakukan Dinkes Majalengka per Pebruari 2024 di Kabupaten Majalengka angka tersebut bertambah menjadi 3700 bayi usia mulai nol hingga usia bawah lima tahun (balita). Namun untuk lebih jelasnya terkait data stunting ini, silahkan untuk kroscek ke Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, ujar Nasrudin. Untuk tahun 2024 ini Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka, melalui OPD yang telah dibentuk diantaranya, DP3AKB, Dinas Kesehatan, Dinas Rumkim, Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan lainnya akan lokus di 40 desa untuk menangani program stunting ini, kata Nasrudin. Sebelumnya ditahun 2023 penanganan lokus ini terfokus di 21 desa di Kabupaten Majalengka.
Penambahan lokus terhadap 40 desa tahun ini diakibatkan masih tingginya angka stunting pada bayi saat ini sehingga perlu ditangani lebih fokus dan serius lagi, ujarnya. Ia juga berharap angka penanganan stunting di tahun 2024 ini yang dilakukan Pemda Majalengka bisa terus menurun. Seperti diketahui bahwa program stunting yang dilakukan pemerintah melaui Kementerian Kesehatan ini bertujuan untuk menekan dan menanggulangi angka stunting di Indonesia. Stunting merupakan program pemerintah untuk menanggulangi bayi usia nol sampe balita dari bahaya gagal tumbuh baik fisik atau otak akibat kurangnya asupan nutrisi atau vitamin dan juga makanan bergizi pada ibu hamil dan balita.














