Majalengka – Komisi IV DPRD kabupaten majalengka bersama Dinas Pendidikan kabupaten Majalengka Mengelar Rapat Badan Musyawarah (Banmus) guna merumuskan program-program tahun 2025,yang bertempat di Ruang rapat Banmus DPRD kabupaten majalengka.”Senin (10/02/2024)
Kepala dinas pendidikan kabupaten majalengka Muhammad Umar Ma’ruf hasil rapat dengan pendapatan bersama komsi IV DPRD kabupaten Majalengka perumusan perencanaan kerja program-program Disdik di tahun 2025.
“Hasil rapat Banmus ada beberapa poin yang pertama program unggulan apa yang menjadi mayoritas dinas pendidikan di tahun 2025 ada akselerasi pencapaian sekolah bisa meningkat.”ujarnya
Muhammad Umar Ma’ruf menjelaskan sebanyak 48 sekolah yang rusak di kabupaten Majalengka akan dilakukan rehabilitasi, hal tersebut menjadi skala prioritas Disdik kabupaten Majalengka serta menjadi salah satu program seratus hari kerja bupati terpilih pada tahun anggaran 2025 saat ini.
Dalam RDP tersebut, tambah kadisdik, dinas pendidikan mendapat dukungan dari komisi IV dalam hal ploting anggaran untuk program rehabilatisi gedung sekolah serta sarana pendidikan lainnya.
“Kami menyampaikan kepada komisi IV sebagai mitra kami dinas pendidikan agar mendapat dukungan perihal anggaran untuk pengajuan sarana dan prasarana baik untuk rehab ruang kelas baru atau pembangunan MCK dan sarana pendidikan yang lainnya, alhamdulillah komisi IV menyetujui.”ujar Muhammad Umar Ma’ruf
Muhammad Umar Ma’ruf menyampaikan terkait ambruknya beberapa gedung sekolah yang baru-baru ini sempat viral di media sosial, kadisdik mengatakan kalau yang ambruk itu masih dalam tanggung jawab pihak penyedia dan segera ditanggulangi, dan pihaknya (Disdik-red) sudah melakukan koordinasi dengan pihak dinas PUTR agar pembangunan ruang kelas baru atau rehabilitasi bisa menjaga mutu bangunan agar bisa bertahan lama.
“Untuk gedung sekolah yang sudah retak-retak dan berpotensi ambruk, kami pihak dinas jauh-jauh hari sudah melayangkan surat edaran kepada pihak satuan pendidikan agar segera mengosongkan ruang kelas tersebut agar tidak terjadi korban baik dari pihak peserta didik dan guru, dan tentunya kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan,”katanya








