Majalengka – Mou Pengadilan Agama Majalengka Dan Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka dengan Tema “Semangat menuju majalengka kabupaten sehat tanpa stunting untuk indonesia Emas 2045”.yang bertempat di aula pengadilan agama kabupaten majalengka.”Senin (01/07/2024)
Perjanjian Kerjasama tersebut berisi tentang bagaimana proses masyarakat yang akan melakukan Permohan Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Buol dirujuk untuk ke Dinas Kesehatan terlebih dahulu, agar dapat diedukasi sebelum melanjutkan Permohonannya. Edukasi itu sendiri berisikan bagaimana pentingnya kesiapan fisik, Mental dan Ekonomi dalam menjalani perkawinan bagi masyarakat yang belum memenuhi umur sesuai dengan Undang- Undang yang berlaku. Selain itu akan diedukasi juga mengenai dampak dari pernikahan dini tersebut.
Dalam sambutan sekertaris Dinas Kesehat kabupaten majalengka Dadang Setiawan,.S.Sos menyampaikan Secara umum stunting disebabkan oleh berbagai faktor, tak hanya masalah kesehatan, tetapi juga dapat disebabkan oleh faktor ekonomi, lingkungan, dan sosial. Disamping keadaan yang memaksa gizi bayi tidak dapat terpenuhi dengan baik, keadaan keluarga dengan adanya perceraian juga sangat mempengaruhi.
“Meskipun hak dan kewajiban bapak dan ibu setelah perceraian sudah diatur dalam UU perkawinan, tampaknya pada implementasinya masih belum optimal. Pun untuk hak anak sudah diatur dalam UUD 1945 pasal 28 B ayat 2 bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.”ujar Dadang
Dadang Setiawan menjelaskan Dalam konteks stunting, hak-hak perempuan dan anak pasca perceraian perlu disosialisasikan seluas-luasnya kepada masyarakat. Sehingga, tak terjadi penelantaran anak oleh kedua orang tuanya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka dan Pengadilan Agama Majalengka menandatangani nota kesepahaman dalam upaya percepatan penurunan angka dan pencegahan stunting. Selain itu, kegiatan dilanjut dengan kunjungan fasilitas Pengadilan Agama Majalengka yang mendukung sarana pelayanan yang ramah anak dan ramah disabilitas.
“Hayu” bersama berkontribusi cegah kemunculan stunting baru. Untuk anak sehat, generasi sehat.














