Majalengka – Pengaruh Media Sosial Terhadap Pola Komunikasi Pemerintah Dan Masyarakat Di Era Digital,Saat Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Yomanius Untung Megelar Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun 2025.yang bertempat di Aula PGRI Cigasong, Kecamatan Cigasong, kabupaten Majalengka, Jawa Barat. “Sabtu (22/11/2025).
Tujuan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun 2025 tentang media sosial terhadap pola komunikasi pemerintah dan masyarakat di era digital adalah untuk mempererat hubungan dua arah melalui penyampaian informasi dan aspirasi yang lebih cepat dan efisien. Media sosial menjadi alat bagi pemerintah untuk meningkatkan transparansi, reputasi, dan keterlibatan publik, sementara masyarakat dapat memberikan tanggapan, masukan, dan berpartisipasi secara langsung dalam diskusi publik.
Dalam sambutan sebagai narasumber Juju mengatakan Media sosial mengubah pola komunikasi pemerintah dan masyarakat menjadi lebih terbuka dan partisipatif, memungkinkan penyampaian informasi real-time oleh pemerintah dan respons langsung dari publik, meskipun ada juga tantangan seperti potensi misinformasi dan penurunan interaksi tatap muka.
“Dampaknya positif meliputi efisiensi komunikasi, peningkatan partisipasi publik, serta pembentukan komunitas virtual, sementara dampaknya negatif termasuk risiko kesalahpahaman, penyebaran hoaks, dan potensi konflik.” Pungkasnya

Juju menjelaskan Komunikasi lebih terbuka dan dua arah Pemerintah dapat secara langsung menyebarkan kebijakan dan program, sementara masyarakat dapat memberikan tanggapan dan aspirasi secara langsung.Peningkatan partisipasi publik Masyarakat menjadi lebih mudah memberikan masukan, kritik, dan saran melalui komentar dan diskusi online.
“Efisiensi dan kecepatan: Penyampaian informasi menjadi lebih cepat, dan jarak bukan lagi hambatan, baik untuk komunikasi pemerintah dengan warga maupun antarwarga.Peningkatan literasi dan edukasi Media sosial dapat menjadi sarana untuk menyebarkan informasi positif dan edukasi yang memperkuat pemahaman tentang isu-isu nasional.”ucap juju
Dalam sambutannya Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Golkar H. Yomanius Untung,S.Pd, M.M menyampaikan yang pertama silaturahmi tatap mukan kepada masyarakat dan Media sosial,Media sosial telah menjadi salah satu instrumen komunikasi yang paling berpengaruh dalam hubungan antara pemerintah dan masyarakat di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap pola komunikasi pemerintah dan masyarakat, serta mengidentifikasi kendala, tantangan, dan strategi optimalisasi pemanfaatan media sosial.
“Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah mengubah pola komunikasi menjadi lebih terbuka, dua arah, dan partisipatif. “Ujarnya
Yomanius Untung menjelaskan Pemerintah dapat menyampaikan kebijakan dan program secara real-time, sementara masyarakat memiliki akses untuk memberikan tanggapan, kritik, dan aspirasi. Namun, pemanfaatan media sosial juga menghadapi sejumlah kendala, seperti penyebaran hoaks, rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan kapasitas pemerintah dalam mengelola media sosial, serta kesenjangan akses internet di wilayah tertentu.
“Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan strategi optimalisasi yang meliputi peningkatan profesionalisme pengelolaan akun resmi pemerintah, transparansi informasi, peningkatan literasi digital masyarakat, pemanfaatan teknologi analitik, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. “Ungkap Yomanius Untung
Yomanius Untung menegaskan Strategi ini bertujuan untuk memastikan media sosial dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai sarana komunikasi publik yang transparan, responsif, dan partisipatif. Dengan demikian, media sosial memiliki potensi besar dalam memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat jika dikelola dengan baik.
“Pemerintah diharapkan dapat mengadopsi strategi yang tepat agar media sosial tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga wadah untuk membangun kepercayaan publik, partisipasi yang lebih inklusif, dan pemerintahan yang lebih akuntabel.” Tegasnya
Harapan kedepannya,Media sosial mengubah pola komunikasi pemerintah dan masyarakat menjadi lebih terbuka dan partisipatif, memungkinkan penyampaian informasi real-time oleh pemerintah dan respons langsung dari publik, meskipun ada juga tantangan seperti potensi misinformasi dan penurunan interaksi tatap muka. ***(kodir)














