Majalengka, Pekerjaan dari program Padat Karya Tunai (PKT) Desa Babakan Manjeti Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka Jawa Barat diduga kembali menuai sorotan dari berbagai pihak.
Pasalnya menurut keterangan narasumber, Program PKT yang seharusnya anggaran tersebut dikelola oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) dan Bendahara Pokmas, diduga malah dikuasai oleh kepala desa babakan manjeti
Program PKT tersebut dilaksanakan untuk rehabilitas lapangan voly, dengan sumber anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) kabupaten majalengka tahun anggaran 2023.
Saat Bupati Majalengka Dr. H. Karna Sobahi, M.M.Pd menggemborkan tentang nilai anggaran dari program PKT, di setiap pidatonya dihadapan masyarakat. Anggaran yang akan dialokasikan per desa sebesar Rp. 200.000.000 (Dua Ratus Juta Rupiah) yang nantinya akan diterima oleh setiap desa dan kelurahan se-kabupaten majalengka melalui pokmas yang sudah direkomendasi oleh masing masing desa.
Narasumber mengatakan, dari anggaran yang dikucurkan melalui Dinas yang membidangi, sebagai contoh yang ril, di desa babakan manjeti kecamatan sukahaji, hanya menerima anggaran senilai Rp. 175.000.000(Seratus Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah). Sesuai dengan yang tertulis di papan proyek. Lantas sisa anggaran senilai Rp. 25.000.000 (Dua Puluh Lima Juta Rupiah) oleh dinas kabupaten majalengka yang membidangi dikemanakan?? Herannya
Masih dengan narasumber, pada hari sabtu tepatnya tanggal 09/12 dimana program PKT desa babakan manjeti yang di alokasikan untuk rehabilitas lapangan voly, diduga tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya(RAB). Rehabilitas lapangan voly yang seharusnya di cor dengan menggunakan besi 10, namun teknis yang dilaksanakan diduga tidak sesuai dengan apa yang sudah ditentukan didalam RAB. Tuturnya
Kemudian dari hasil penelusuran awak media, saat di lokasi pembangunan lapangan voly desa babakan manjeti kecamatan sukahaji pada hari sabtu 09/12. Dimana hasil pekerjaan pembangunan tersebut, sedang di periksa oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Majalengka Yusanto Wibowo, dengan didampingi Sekretaris Dispora
Alhasil setelah kepala dinas dispora melihat hasil finishing pembangunan lapangan voly tersebut, tiba-tiba memerintahkan agar hasil dari bangunan tersebut untuk di bongkar kembali, dan diperbaiki.
Sementara sebagai pemangku kebijakan, kepala desa babakan manjeti, tidak pernah merespon saat dihubungi oleh awak media, melalui sambungan telepon aplikasi watshapnya guna kepentingan konfirmasi, sampai berita terbitkan. 12/12
(Tim/red)














