Polri Untuk Indonesia
NASIONAL

Peringati HUT Kejati Jatim, Aliansi Rakyat Jawa Timur Menggugat Desak Penegakan Hukum Bebas Tebang Pilih

×

Peringati HUT Kejati Jatim, Aliansi Rakyat Jawa Timur Menggugat Desak Penegakan Hukum Bebas Tebang Pilih

Share this article

PPNews, Surabaya – Memperingati Hari Ulang Tahun Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, sekelompok massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Jawa Timur Menggugat menggelar aksi demonstrasi dengan menyuarakan tuntutan agar penegakan hukum di Indonesia berjalan secara adil, profesional, dan transparan.

Dalam aksi tersebut, peserta menyampaikan aspirasi agar setiap dugaan tindak pidana korupsi yang menjadi perhatian publik ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum. Mereka menilai proses hukum harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan perundang-undangan dan didukung alat bukti yang sah tanpa dipengaruhi kepentingan apa pun.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

Massa juga menyoroti berbagai informasi yang beredar di tengah masyarakat terkait sejumlah dugaan perkara yang selama ini menjadi sorotan publik. Menurut mereka, aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab untuk memberikan kepastian hukum melalui proses penyelidikan maupun penyidikan yang terbuka dan akuntabel.

Penanggung Jawab Aksi, Akbar Ali, mengatakan demonstrasi tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya penegakan hukum di Indonesia. Ia menegaskan bahwa tuntutan yang disampaikan bukan ditujukan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan mendorong aparat bertindak sesuai prinsip keadilan.

“Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi masyarakat agar hukum benar-benar ditegakkan secara profesional. Apabila terdapat bukti yang memenuhi ketentuan hukum, siapa pun harus diproses tanpa membedakan jabatan, status, maupun kedudukan. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kepastian hukum yang objektif,” ujar Akbar Ali.

Senada dengan itu, Koordinator Lapangan Ali Samsudin menilai kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum sangat bergantung pada independensi aparat dalam menangani setiap perkara.

Menurutnya, seluruh dugaan pelanggaran hukum yang telah menjadi perhatian publik perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku agar tidak memunculkan persepsi adanya perlakuan berbeda dalam proses penegakan hukum.

“Kami berharap setiap laporan maupun dugaan pelanggaran diproses secara menyeluruh berdasarkan fakta, alat bukti, dan aturan hukum yang berlaku. Penegakan hukum harus mencerminkan asas persamaan di hadapan hukum sehingga tidak menimbulkan anggapan adanya perlakuan istimewa kepada pihak tertentu,” kata Ali Samsudin.

Selama aksi berlangsung, massa menyampaikan orasi secara bergantian sambil membentangkan spanduk yang berisi berbagai tuntutan kepada aparat penegak hukum. Kegiatan berlangsung dengan tertib di bawah pengamanan petugas.

Melalui aksi tersebut, peserta berharap momentum peringatan HUT Kejati Jawa Timur dapat menjadi refleksi bagi seluruh aparat penegak hukum untuk terus menjaga integritas, independensi, dan profesionalisme dalam menjalankan amanah penegakan hukum.

Aliansi Rakyat Jawa Timur Menggugat juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses penegakan hukum sebagai bagian dari kontrol sosial masyarakat, dengan harapan terciptanya sistem hukum yang memberikan rasa keadilan serta kepastian hukum bagi seluruh warga negara tanpa adanya diskriminasi.