Polri Untuk Indonesia
PERISTIWA

Karhutla Bromo Meluas Jadi 176 Hektare, Pemprov Jatim Tambah Kekuatan Pemadaman Udara

×

Karhutla Bromo Meluas Jadi 176 Hektare, Pemprov Jatim Tambah Kekuatan Pemadaman Udara

Share this article

PPNews.id | Probolinggo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus menjadi perhatian serius pemerintah. Hingga Jumat (7/8/2026), luas area yang terdampak kebakaran dilaporkan mencapai sekitar 176 hektare.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung ke kawasan Bromo untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan maksimal. Dalam kunjungan tersebut, Khofifah meninjau sejumlah titik terdampak sekaligus mengevaluasi strategi pemadaman yang dilakukan tim gabungan.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

Setibanya di kawasan Cemoro Lawang, Khofifah menerima laporan perkembangan situasi dari Balai Besar TNBTS, BPBD, serta unsur TNI yang terlibat dalam operasi penanganan kebakaran. Setelah itu, ia menuju lokasi terdampak di kawasan Pusung Jantur, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Berdasarkan data lapangan, kebakaran yang mulai terjadi pada awal pekan ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Dari luas awal sekitar 7,9 hektare, area yang terbakar terus bertambah hingga mencapai sekitar 176 hektare dalam kurun waktu kurang dari satu minggu.

Untuk mengendalikan api, pemerintah mengerahkan berbagai metode pemadaman. Selain upaya manual yang dilakukan petugas gabungan, operasi water bombing menggunakan helikopter BNPB mulai diterapkan guna menjangkau area yang sulit diakses dari darat.

Khofifah mengatakan koordinasi dengan BNPB telah dilakukan sejak awal kejadian untuk mempercepat dukungan armada udara. Pada Jumat, satu unit helikopter telah diterjunkan ke lokasi guna melakukan penyiraman dari udara.

Meski demikian, operasi water bombing tidak dapat berlangsung hingga malam hari karena harus mengikuti prosedur keselamatan penerbangan. Kondisi angin yang cukup kuat di kawasan pegunungan juga menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pemadaman.

Selain mengandalkan helikopter, tim gabungan memanfaatkan teknologi drone water sprayer yang mampu membawa air ke titik-titik kebakaran di area curam dan tebing yang sulit dijangkau petugas. Penggunaan drone dinilai efektif untuk membantu proses pembasahan serta memperlambat penyebaran api.

Hingga Jumat sore, petugas masih menemukan beberapa titik api aktif di kawasan Pusung Jantur dan Bantengan. Oleh karena itu, operasi pemadaman dan pendinginan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah kebakaran meluas.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama BNPB berencana menambah satu unit helikopter lagi pada Sabtu (8/8/2026). Dengan tambahan armada tersebut, operasi water bombing diharapkan dapat berjalan lebih intensif dan menjangkau area yang lebih luas.

Khofifah optimistis upaya pemadaman akan lebih efektif karena sumber pengambilan air kini berada lebih dekat dengan lokasi kebakaran. Armada udara dapat melakukan pengisian air di kawasan Ranu Pane sehingga waktu tempuh menuju titik api menjadi lebih singkat dibandingkan penanganan kebakaran Bromo beberapa tahun lalu.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat akan terus melakukan pemantauan secara ketat. Menurutnya, proses pendinginan menjadi tahap penting setelah pemadaman untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.

“Pola penanganan akan terus disesuaikan dengan kondisi lapangan, arah angin, perkembangan titik api, serta aspek keselamatan petugas,” ujarnya.

Hingga saat ini, operasi penanganan karhutla di kawasan Bromo masih berlangsung. Pemerintah berharap kombinasi pemadaman manual, penggunaan drone, serta water bombing dari udara mampu mempercepat pengendalian kebakaran dan melindungi kawasan konservasi TNBTS dari kerusakan yang lebih luas. (syl)