Polri Untuk Indonesia
PERISTIWA

Gelombang Tinggi Tak Hentikan Pencarian KM Virgo Transport 8, Polri Kerahkan Kapal dan Helikopter

×

Gelombang Tinggi Tak Hentikan Pencarian KM Virgo Transport 8, Polri Kerahkan Kapal dan Helikopter

Share this article

PPNews.id | Banjarmasin – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban KM Virgo Transport 8 masih berlanjut di tengah kondisi laut yang cukup berat. Gelombang setinggi 2 hingga 2,5 meter disertai angin hingga 35 knot menjadi tantangan bagi tim SAR gabungan yang terus memperluas wilayah penyisiran.

Polri mengambil bagian dalam operasi tersebut dengan mengerahkan dua Kapal Polisi, yakni KP Ibis-6001 dan KP Laksmana-7012. Keduanya ditempatkan untuk membantu pencarian di sejumlah sektor perairan yang diduga menjadi lokasi pergerakan korban.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

Tak hanya mengandalkan unsur laut, dukungan dari udara juga diberikan Polri. Helikopter Dauphin AS 365 N3 P-3103 diterbangkan untuk membantu mengevakuasi jenazah yang ditemukan dalam rangkaian pencarian bersama.

KP Ibis-6001 menjadi salah satu kapal yang bergerak dari Kalimantan Tengah. Kapal kelas B1 itu meninggalkan Dermaga Bulog, Kuala Kapuas, pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 03.00 WITA.

Jarak yang harus ditempuh kapal tersebut menuju area kejadian mencapai sekitar 103 nautical mile. Lima personel Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah turut berada di dalam kapal untuk mendukung pelaksanaan operasi.

Setelah mencapai sektor pencarian, KP Ibis-6001 mulai melakukan penyisiran sekitar pukul 09.00 WITA. Area yang menjadi sasaran berada di bagian utara wilayah pencarian, tepatnya di sekitar koordinat 03°49’228’’ LS dan 114°18’009’’ BT.

Penyisiran berlangsung dalam kondisi cuaca dan perairan yang kurang mendukung. Gelombang diperkirakan mencapai 2–2,5 meter, sedangkan kecepatan angin berkisar 25–35 knot.

Kondisi tersebut membuat setiap pergerakan kapal harus memperhitungkan faktor keselamatan. Tim tetap melakukan pencarian selama situasi memungkinkan, sembari menyesuaikan pola operasi dengan perkembangan kondisi laut.

Usai menjalankan penyisiran, KP Ibis-6001 kemudian kembali ke Banjarmasin. Sekitar pukul 11.00 WITA, kapal bergerak menuju Pelabuhan Banjar Raya untuk melakukan bekal ulang.

Kapal tersebut selanjutnya sandar di Dermaga Banjar Raya hingga pukul 17.00 WITA. Pengisian kembali kebutuhan operasional dilakukan sebagai persiapan untuk mendukung operasi SAR berikutnya.

Sementara itu, KP Laksmana-7012 telah lebih dulu bergerak menuju lokasi. Kapal kelas A3 tersebut berangkat dari Dermaga Banjar Raya pada Minggu (13/9/2026) pukul 15.45 WITA.

Perjalanan KP Laksmana-7012 juga tidak sepenuhnya berjalan mulus. Kondisi gelombang yang kurang bersahabat memaksa kapal melakukan lego jangkar sekitar pukul 20.00 WITA.

Kapal baru kembali melanjutkan perjalanan setelah situasi memungkinkan. Pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 03.00 WITA, jangkar diangkat dan pelayaran menuju area operasi kembali dilanjutkan.

Sekitar pukul 07.54 WITA, KP Laksmana-7012 tiba di sekitar posisi terakhir KM Virgo Transport 8 sebelum tenggelam. Lokasi tersebut berada pada koordinat S 4°32’538” dan E 114°01’967”, sekitar 5 NM dari titik koordinat tenggelam.

Tim kemudian melakukan penyisiran di sekitar posisi tersebut. Pencarian berikutnya diperluas ke wilayah perairan Kalimantan Tengah untuk mengantisipasi kemungkinan korban telah berpindah akibat dorongan arus.

Pergerakan menuju sektor yang lebih luas dilakukan sekitar pukul 09.08 WITA. Namun, hingga pukul 16.00 WITA, pencarian yang dilakukan KP Laksmana-7012 belum membuahkan hasil.

Kapal selanjutnya kembali ke Banjarmasin dan sandar di Dermaga Banjar Raya. Operasi pencarian tetap dilanjutkan dengan melibatkan berbagai unsur SAR sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Helikopter Polri Angkut Jenazah

Di saat penyisiran laut terus berlangsung, kabar penemuan satu jenazah datang dari operasi gabungan. Korban ditemukan berada di atas tongkang yang ditarik Tugboat TCP.

Penemuan tersebut merupakan hasil pencarian seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR. Jenazah itu bukan ditemukan melalui penyisiran Kapal Polisi.

Untuk mempercepat proses evakuasi, Polri kemudian mengerahkan helikopter Dauphin AS 365 N3 P-3103 dari Bandara Syamsuddin Noor. Lokasi penemuan korban berada sekitar 80 NM dari Banjarmasin.

Helikopter membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai lokasi. Proses pengangkatan jenazah dilakukan menggunakan teknik hoist dengan Basket Life.

Operasi evakuasi berlangsung mulai pukul 14.48 hingga 16.50 WITA. Dalam misi tersebut, Kombes Pol. Herli bertugas sebagai Kapten Pilot.

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah dibawa menuju Bandara Syamsuddin Noor. Selanjutnya, korban diangkut menggunakan ambulans TNI AU untuk menjalani penanganan dan proses identifikasi di Kalimantan Selatan.

Ratusan Korban Masih Menjadi Perhatian

KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.05 WITA.

Data pemerintah melalui Posko Stamaops Polri per 14 September 2026 pukul 17.00 WIB mencatat total korban sebanyak 243 orang.

Sebanyak 86 orang telah berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Selain itu, satu orang berhasil dievakuasi menggunakan HR-3601 menuju Bandara Syamsuddin Noor.

Dalam perkembangan terakhir, masih terdapat 27 orang yang belum terevakuasi. Sementara 129 orang lainnya masih berstatus dalam pencarian.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dr. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menyatakan Polri akan terus mendukung operasi SAR yang dikoordinasikan oleh Basarnas.

Ia menyebut kondisi gelombang menjadi tantangan yang harus dihadapi seluruh personel selama menjalankan operasi di laut.

“Gelombang yang kurang bersahabat menjadi tantangan bagi seluruh tim di lapangan. Namun, pencarian tetap dilakukan selama kondisi memungkinkan,” kata Johnny.

Menurutnya, operasi pencarian tidak dapat dilakukan oleh satu unsur saja. Seluruh kekuatan yang tersedia perlu bergerak secara terpadu untuk memperbesar peluang menemukan korban.

“Operasi ini merupakan kerja bersama. Setiap kapal yang melakukan penyisiran dan setiap dukungan dari udara merupakan bagian dari ikhtiar untuk menemukan korban yang masih dalam pencarian,” ujarnya.

Polri memastikan dukungan terhadap operasi SAR akan terus diberikan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Evaluasi terhadap wilayah pencarian juga dilakukan berdasarkan kondisi laut, arah angin dan arus.

Hingga kini, pencarian KM Virgo Transport 8 belum dihentikan. Kapal-kapal SAR masih disiapkan untuk menyisir sektor yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban, sementara dukungan udara digunakan sesuai kebutuhan operasi.

Bagi keluarga korban, pencarian tersebut menjadi harapan untuk mendapatkan kepastian. Karena itu, seluruh unsur yang terlibat terus berupaya memperluas penyisiran meski harus menghadapi kondisi laut yang tidak mudah. (Syl/Red)