LUMAJANG – Penguatan organisasi menjadi perhatian Dewan Pimpinan Cabang Madura Asli Daerah Anak Serumpun (DPC MADAS) Kabupaten Lumajang. Konsolidasi dilakukan dengan melibatkan jajaran pengurus hingga tingkat kecamatan sebagai upaya menyatukan visi dan memperkuat keberadaan organisasi di tengah masyarakat.
Konsolidasi tersebut berlangsung dalam pertemuan rutin akbar DPC MADAS Lumajang di Sekretariat DPC MADAS, Perum Hasanah Blok A17, Kabupaten Lumajang, Minggu (4/10/2026).
Pertemuan yang mengangkat tema “Pererat Silaturahmi dan Evaluasi Menuju 240 Anggota Berintegritas” itu menjadi ruang bagi pengurus untuk melakukan evaluasi sekaligus menyusun langkah organisasi ke depan.
Ketua DPC MADAS Lumajang Ahmad Huzaini menyampaikan bahwa kekuatan organisasi harus dibangun dari komunikasi yang solid antarstruktur. Karena itu, keberadaan 21 DPAC se-Kabupaten Lumajang dinilai memiliki peran penting dalam menjalankan program hingga tingkat masyarakat.
Menurut Huzaini, pertumbuhan organisasi tidak boleh hanya mengejar jumlah anggota. Setiap anggota harus memiliki komitmen, integritas dan kemampuan untuk memberikan kontribusi positif.
“Pertemuan rutin ini adalah jantungnya organisasi. Kita tidak boleh hanya besar secara kuantitas, tapi harus kuat secara kualitas. Target kita jelas, 240 anggota yang bukan hanya tercatat namanya, tapi anggota yang berintegritas, berintelektual tinggi, kritis, transformatif, dan punya kepedulian sosial yang tinggi,” ujarnya.
Ia meminta seluruh pengurus dan anggota menjadikan MADAS sebagai wadah untuk memperkuat persaudaraan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita bukan hanya ormas, kita adalah keluarga besar. Satu darah, satu derah, satu tujuan. Di mana pun orang Madura berada, MADAS hadir untuk melindungi, mengayomi, dan membantu,” kata Huzaini.
Penguatan peran organisasi juga diarahkan melalui 11 divisi yang berada di bawah DPC MADAS Lumajang. Masing-masing divisi diminta menjalankan fungsi sesuai bidangnya dan menghasilkan kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Divisi Hukum, misalnya, didorong memberikan pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sementara Divisi Sosial dan Kesehatan diminta aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Di sisi lain, Divisi UMKM dan Ekonomi diharapkan mampu membuka ruang pengembangan usaha bagi anggota.
“Saya perintahkan kepada Divisi Hukum untuk tidak ragu memberikan pendampingan hukum gratis kepada masyarakat kecil yang terzalimi. Divisi Sosial dan Kesehatan harus gerak cepat untuk baksos. Divisi UMKM harus jadi motor penggerak ekonomi anggota,” tegasnya.
Tak kalah penting, Huzaini mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga komunikasi dan sinergi dengan berbagai unsur pemerintahan maupun aparat keamanan.
Menurutnya, hubungan yang baik dengan TNI-Polri dan Pemerintah Kabupaten Lumajang diperlukan agar keberadaan MADAS dapat ikut memberikan kontribusi dalam menjaga ketertiban serta kondusivitas daerah.
“MADAS adalah mitra strategis pemerintah untuk menjaga kondusivitas,” imbuhnya.
Pertemuan tersebut dihadiri jajaran inti DPC MADAS Lumajang, mulai dari Wakil Ketua Pusiri/SR86, Sekretaris Muhammad Abil Qosim, S.Pd, Wakil Sekretaris Imam Wahyudi, Bendahara Zainal Arifin, Wakil Bendahara M. Faruq, hingga unsur Panglima, Korlap, Dewan Pembina dan Dewan Penasehat.
Turut hadir perwakilan 11 divisi, LPKMA serta KSB 21 DPAC MADAS dari seluruh wilayah Kabupaten Lumajang.
Suasana kekeluargaan terasa sepanjang kegiatan. Pertemuan ditutup dengan yel-yel MADAS dan foto bersama anggota yang mengenakan seragam hitam putih di depan sekretariat.
Konsolidasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus merealisasikan target 240 anggota yang memiliki integritas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Lumajang.
(Saila)














