Polri Untuk Indonesia
Uncategorized

Ateng Sutisna Dorong majalengka Clean City Project Sejalan Dengan Roadmap Ekonomi Sirkuler Indonesia, Memandang Limbah Sebagai Sumber Daya Ekonomi Bukan Sekedar Beban Pembangunan

×

Ateng Sutisna Dorong majalengka Clean City Project Sejalan Dengan Roadmap Ekonomi Sirkuler Indonesia, Memandang Limbah Sebagai Sumber Daya Ekonomi Bukan Sekedar Beban Pembangunan

Share this article

Majalengka – Terpilihnya kabupaten majalengka sebagai pilot project pengelolaan sampah ramah berbasis teknologi pyrolysis tanpa pembakaran menjadi bukti bahwa solusi modern pengelolaan sampah sudah hadir di indonesia.

Anggota DPR RI Fraksi PKS Ateng Sutisna mengatakan Terpilihnya kabupaten majalengka sebagai pilot project pengelolaan sampah ramah lingkungan berbasis teknologi pyrolysis menjadi sinyal penting bahwa arah kebijakan pengelolaan sampah nasional mulai bergerak kes solusinya yang lebih berkelanjutan inisiatif ini menunjukkan bahwa penanganan sampah tidak harus selalu bergantung pada TPA yang kian penuh dan beresiko bagi lingkungan.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

“Model pengelolaan sampah di majalengka sebagai contoh Kongret yang perlu diperluas. Teknologi pyrolyris memungkinkan sampah rumah tangga diolah di tingkat sumber menjadi energi dan produk bernilai guna, tanpa pembakaran dan dengan emesis yang lebih rendah. Pendekatan ini sejalan dengan agenda ekonomi sirkuler dan target Net Zero Emission Nasional.”ujar Ateng Sutisna saat di wawancara media pada Sabtu 31 Januari 2026.

Ateng Sutisna menegaskan di saat banyak daerah menghadapi krisis tempat pembuangan akhir yang penuh beresiko ekologis , proyek inih menunjukkan bahwa penanganan sampah tidak lagi harus bergantung pada landfill dan praktisi open dumping.

Melalui teknologi pyrolysis sampah rumah tangga dapat diolah langsung di sumber penghasil tanpa pemilihan di ubah menjadi minyak bakar dan pupuk organik sekaligus menekan emisi karbon dan net zero emission nasional.

“Kebijakan penutupan TPA tidak boleh berhenti pada sanksi semata tanpa adanya alternatif penutupan TPA justru beresiko memindahkan masalah ke tempat lain atau menimbulkan krisis sosial di kabupaten majalengka. ” Tegasnya

Politisi PKS itu berInisiatif majalengka clean city project sejalan dengan roadmap ekonomi sirkuler Indonesia tahun 2025 – 2045 yang memandang limbah sebagai sumber daya ekonomi bukan sekedar beban pembangunan.

“Seluruh investasi mesin pengelolaan sampah berkapasitas 5 ton per hari ditanggung penuh melalui hibah ngo Jepang jage ini mematahkan anggapan bahwa pengelolaan sampah modern selalu mahal dan tidak terjangkau. ” Pungkas Ateng Sutisna

Kedepan, negara perlu hadir untuk memastikan model seperti ini tidak berhenti sebagai proyek percontohan. Yang di butuhkan adalah kepastian regulasi, kemauan politik, dan integrasi kebijakan agar pengelolaan sampah berbasis olah dan manfaat bisa menjadi standar di banyak daerah, bukan pengecualian. ***(kodir).