Polri Untuk Indonesia
TNI POLRI

Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Polisi Turun ke Lahan Jagung Desa Mentor

×

Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Polisi Turun ke Lahan Jagung Desa Mentor

Share this article

PPNews.id | Probolinggo – Aktivitas polisi di tengah masyarakat tak selalu berkaitan dengan persoalan keamanan. Di Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, personel kepolisian justru menyambangi lahan pertanian untuk melihat langsung aktivitas petani dan perkembangan tanaman jagung.

Bripka Dedi dari Polsek Sumberasih mendatangi lahan jagung milik Umar di Dusun Darungan, Desa Mentor, Kamis (1/10/2026) sore. Lahan seluas sekitar 5 hektare itu menjadi salah satu lokasi pertanian yang mendapat pendampingan dari Polsek Sumberasih.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk berbincang dengan petani. Dari komunikasi di lokasi, polisi menggali informasi mengenai kondisi tanaman, proses pengelolaan lahan hingga kemungkinan kendala yang dapat memengaruhi pertumbuhan jagung.

Ketua Poktan Amar turut terlibat dalam komunikasi tersebut. Pertemuan di lahan pertanian itu sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan kelompok tani.

Kapolsek Sumberasih AKP Sugeng Apriyanto mengatakan kehadiran anggota di lahan pertanian merupakan bentuk kepedulian terhadap aktivitas masyarakat. Polisi, kata dia, berupaya mengambil peran sesuai kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan tugas utama dalam menjaga keamanan.

“Monitoring ini kami lakukan untuk mengetahui perkembangan lahan sekaligus menyerap informasi dari petani. Kalau ada kendala di lapangan, bisa segera diketahui dan dikoordinasikan,” ujar Sugeng.

Dari pengecekan yang dilakukan, tanaman jagung di atas lahan tersebut menunjukkan perkembangan yang baik. Tidak ditemukan kendala yang menonjol selama pemantauan berlangsung.

Bagi kepolisian, kondisi tersebut menjadi bagian yang perlu terus dipantau. Sebab, lahan pertanian yang dikelola secara optimal tidak hanya berkaitan dengan kepentingan petani, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan.

Karena itu, komunikasi dengan petani akan tetap dilakukan. Polisi ingin mengetahui perkembangan lahan secara berkala sekaligus memastikan apabila muncul persoalan, informasi tersebut dapat segera disampaikan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

“Kami berharap lahan pertanian dapat dikelola dengan baik sehingga produktivitasnya optimal. Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui pendampingan kepada para petani,” tutur Sugeng.

Pendampingan tersebut menunjukkan bahwa upaya mendukung ketahanan pangan dapat dilakukan melalui langkah sederhana di lapangan, salah satunya dengan memastikan petani tidak berjalan sendiri dalam mengelola lahan produktifnya. (syl)