Polri Untuk Indonesia
TNI POLRI

Polri Siagakan 77 Personel DVI untuk Penanganan Insiden Kapal Virgo

×

Polri Siagakan 77 Personel DVI untuk Penanganan Insiden Kapal Virgo

Share this article

PPNews.id | Surabaya – Polri meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani insiden hilangnya kapal Virgo yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Puluhan personel Disaster Victim Identification (DVI) disebar di sejumlah titik di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap proses penanganan insiden, khususnya dalam menghadapi kemungkinan ditemukannya korban. Tim DVI disiapkan untuk memastikan tahapan identifikasi dapat dilakukan secara profesional apabila dibutuhkan.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

Lima posko DVI telah disiapkan untuk menunjang operasi tersebut. Posko tersebar mulai dari Sumenep, Surabaya, Pelabuhan Tanjung Perak, hingga dua lokasi di Banjarmasin.

Kekuatan personel terbesar di Jawa Timur ditempatkan di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Sebanyak 20 personel disiagakan untuk mendukung kebutuhan pemeriksaan dan identifikasi.

Sementara Posko DVI di Sumenep diperkuat delapan personel. Jumlah yang sama juga ditempatkan di Posko DVI Pelabuhan Tanjung Perak.

Dukungan personel kemudian dilanjutkan di wilayah Kalimantan Selatan. Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menjadi salah satu lokasi utama dengan 20 personel DVI yang disiapkan.

Sebanyak 15 personel lainnya ditempatkan di Ruang Otopsi Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Dengan demikian, personel yang tersebar pada lima posko tersebut mencapai 71 orang.

Selain kekuatan yang telah berada di lima posko, Polri masih mempersiapkan tim tambahan dari DVI Rodokpol Pusdokkes Polri. Tim tersebut terdiri dari enam personel.

Satu personel dalam tim tambahan tersebut memiliki keahlian sebagai DNA expert. Lima personel lainnya disiapkan untuk mendukung pelaksanaan tugas sesuai kebutuhan operasi.

Tim tambahan tersebut dijadwalkan berangkat pada malam 14 September 2026. Namun, keberangkatan masih menunggu petunjuk serta arahan dari pimpinan Polri.

Pengerahan kekuatan DVI dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan koordinasi di dua wilayah yang berkaitan dengan perjalanan kapal Virgo. Polri ingin memastikan dukungan identifikasi dapat diberikan secara cepat jika situasi di lapangan membutuhkan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan kesiapan tim DVI merupakan bentuk respons Polri terhadap insiden tersebut. Menurutnya, personel ditempatkan pada titik-titik yang dianggap strategis agar penanganan dapat dilakukan secara terpadu.

“Polri melalui tim DVI terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung proses penanganan hilangnya kapal Virgo. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk memperkuat koordinasi, penanganan, dan proses identifikasi apabila ditemukan korban,” ujar Johnny, Senin (14/9).

Ia menyampaikan bahwa pekerjaan tim DVI tidak hanya berkaitan dengan proses identifikasi. Personel juga memiliki peran dalam mendukung koordinasi teknis bersama pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan insiden.

Karena itu, seluruh anggota yang diterjunkan diminta menjalankan tugas berdasarkan prosedur yang berlaku. Ketelitian menjadi salah satu aspek penting dalam setiap tahapan identifikasi korban.

Johnny menegaskan Polri akan terus menjalin komunikasi dengan instansi terkait di lapangan. Koordinasi tersebut diperlukan agar setiap perkembangan dapat segera direspons tanpa mengabaikan ketepatan prosedur.

“Tim DVI akan bekerja secara profesional, mengedepankan ketelitian dan prosedur identifikasi korban. Polri juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar setiap perkembangan dapat ditangani secara cepat dan tepat,” katanya.

Kesiapan puluhan personel tersebut menunjukkan Polri telah menyiapkan skema penanganan apabila terdapat perkembangan dalam insiden kapal Virgo. Lima posko menjadi titik dukungan awal, sementara tim tambahan dari Pusdokkes Polri disiapkan untuk memperkuat kebutuhan di lapangan.

Polri memastikan seluruh personel yang terlibat akan bergerak sesuai arahan pimpinan dan perkembangan situasi. Setiap proses penanganan, termasuk identifikasi korban apabila diperlukan, akan dilakukan dengan mengedepankan standar profesional dan koordinasi lintas instansi. (syl)