Majalengka – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Majalengka menggelar kegiatan tasyakuran sebagai bentuk syukur dan penghormatan atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta ulama kharismatik asal Madura, Syaikhona Kholil Bangkalan.yang bertempat di DPC PKB Majalengka Jawa Barat. “Rabu (19/11/2025).
Kegiatan tasyakuran tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Majalengka, Dr. H. Juhana Zulfan, MM, dan turut dihadiri jajaran Dewan Syuro DPC PKB, para pengurus, serta puluhan kader dan pimpinan DPAC se-Kabupaten Majalengka.
Dalam sambutannya, Dr. H. Juhana Zulfan, MM menyampaikan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur dan Syaikhona Kholil merupakan momentum penting bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama dan PKB. Menurutnya, kedua tokoh besar tersebut memiliki jasa dan kontribusi luar biasa bagi bangsa Indonesia, baik dalam bidang kebangsaan, keislaman, maupun kemanusiaan.
“Gus Dur adalah simbol perjuangan kemanusiaan, demokrasi, dan kebhinekaan. Sementara Syaikhona Kholil merupakan guru para ulama yang menjadi fondasi lahirnya Nahdlatul Ulama. Penganugerahan gelar pahlawan ini merupakan keputusan yang sangat tepat dan menjadi kebanggaan bagi kita semua, khususnya warga NU dan PKB,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tasyakuran ini menjadi pengingat bagi seluruh kader PKB Majalengka untuk terus meneladani nilai-nilai perjuangan Gus Dur dan para ulama, serta menjaga spirit kebangsaan dan kerakyatan dalam setiap langkah politik.
“Acara tasyakuran berlangsung khidmat dengan pembacaan doa bersama, tausiyah, serta diskusi singkat mengenai peran PKB dalam merawat nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa.”Tegas Juhana Zulfan
Dengan kehadiran puluhan kader dari seluruh DPAC se-Kabupaten Majalengka, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi dan mempererat kekompakan struktur PKB di seluruh tingkatan. PKB Majalengka berkomitmen untuk terus memperkuat gerakan politik yang berakar pada nilai-nilai ahlussunnah wal jama’ah, sebagaimana diajarkan oleh para ulama. ***(Kodir)














