PPNews.id | Probolinggo – Aktivitas pembakaran sampah diduga memicu kebakaran yang melanda tumpukan sampah dan lahan di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP), Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Minggu (20/9/2026).
Kejadian tersebut dilaporkan ke Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Probolinggo pada pukul 13.33 WIB. Laporan yang diterima melalui Vitri Damkar itu langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel menuju lokasi kejadian.
Tidak berselang lama, Regu 4 Damkar Kota Probolinggo tiba di tempat kejadian kebakaran (TKK) pada pukul 13.39 WIB. Artinya, petugas membutuhkan waktu respons sekitar enam menit sejak laporan diterima hingga tiba di lokasi.
Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman. Sejumlah armada disiapkan untuk menangani api yang membakar sampah dan area lahan di sekitar kawasan pelabuhan hingga area BJBR.
Kasi Damkar Kota Probolinggo Dwi Arianto S.Sos., MM mengatakan, penanganan dilakukan segera setelah petugas menerima informasi adanya kebakaran di wilayah Mayangan.
“Begitu laporan kami terima, Regu 4 langsung bergerak menuju lokasi. Setibanya di TKK, petugas langsung melakukan proses pemadaman dan pengendalian terhadap api,” ujar Dwi Arianto.
Untuk mendukung operasi tersebut, Damkar Kota Probolinggo menerjunkan tiga armada pemadam, masing-masing Fire Truck 04, Fire Truck 02 dan Fire Truck 01.
Selain armada pemadam, petugas juga membawa Kijang Rescue dan Fire Motoris. Pengerahan kendaraan tersebut dilakukan untuk menunjang mobilitas personel sekaligus mempercepat penanganan di area yang terdampak.
Dwi menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, kebakaran diduga berawal dari aktivitas pembakaran sampah. Api kemudian berkembang hingga membakar bagian lahan di sekitar lokasi.
“Dugaan sementara penyebabnya adalah aktivitas membakar sampah. Karena itu kami mengingatkan masyarakat supaya tidak melakukan pembakaran sampah tanpa pengawasan, terlebih ketika berada di dekat lahan atau material yang mudah terbakar,” jelasnya.
Petugas Damkar Regu 4 menjadi unsur utama dalam proses pemadaman. Dalam pelaksanaannya, mereka juga mendapatkan dukungan dari Damkar Regu 1, PTI, Aba Nasrul Fireman Team 2 serta Relawan Damkar atau Redkar.
Sinergi sejumlah unsur tersebut membuat proses pemadaman dapat dilakukan secara bertahap. Petugas tidak hanya memadamkan bagian yang terlihat terbakar, tetapi juga melakukan penanganan terhadap area sekitar guna mencegah api kembali menyebar.
“Kami melakukan pemadaman sekaligus memastikan area di sekitar titik kebakaran aman. Setelah api terkendali, petugas juga melakukan penyisiran untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,” kata Dwi.
Proses penanganan berlangsung beberapa jam. Petugas terus berada di lokasi sampai kondisi kebakaran benar-benar terkendali dan tidak lagi membahayakan lingkungan sekitar.
Hingga pukul 16.50 WIB, kebakaran akhirnya dapat dikondisikan. Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas, lokasi dinyatakan dalam kondisi kondusif.
“Pada pukul 16.50 WIB penanganan kami nyatakan kondusif. Proses pemadaman berjalan aman, lancar dan terkendali,” ungkap Dwi.
Selama berlangsungnya proses pemadaman, arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian dilaporkan tetap lancar. Kondisi cuaca juga cerah sehingga kegiatan pemadaman dapat dilakukan tanpa kendala berarti.
Dwi menambahkan, keberadaan personel di lapangan juga bertujuan memastikan api tidak merambat ke bagian lain yang berpotensi memperluas dampak kebakaran.
Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menangani sampah, khususnya apabila memilih cara pembakaran. Api yang ditinggalkan tanpa pengawasan berpotensi merembet apabila berdekatan dengan material kering atau lahan terbuka.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. Kalau memang ada aktivitas pembakaran, harus dipastikan benar-benar aman dan api sudah padam sepenuhnya sebelum ditinggalkan,” tegasnya.
Menurut Dwi, partisipasi masyarakat juga sangat diperlukan dalam upaya pencegahan kebakaran. Masyarakat diminta segera menyampaikan informasi kepada petugas apabila menemukan titik api yang berpotensi berkembang.
“Segera laporkan jika melihat kebakaran. Jangan menunggu api membesar karena kecepatan laporan sangat membantu petugas dalam melakukan respons dan mencegah kebakaran meluas,” pungkasnya.
Dengan respons cepat dan dukungan sejumlah personel serta armada, kebakaran sampah dan lahan di kawasan Pelabuhan PPP tersebut berhasil ditangani. Pada sore hari, kondisi lokasi telah dinyatakan kondusif oleh petugas Damkar Kota Probolinggo. (Syla)














