Polri Untuk Indonesia
Uncategorized

“Kemajuan Tanpa Kemanusiaan Bukanlah Kemajuan!” Pesan Menggetarkan Dandim 0617/Majalengka di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98

×

“Kemajuan Tanpa Kemanusiaan Bukanlah Kemajuan!” Pesan Menggetarkan Dandim 0617/Majalengka di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98

Share this article

Majalengka — Kodim 0617/Majalengka menggelar Upacara Bendera Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat kabupaten dengan khidmat. Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto, menyampaikan pesan mendalam mengenai arti kemajuan sejati dan pentingnya karakter bagi generasi muda Indonesia.

Upacara yang dihelat pada Rabu (28/10/2026) di Lapangan Upacara Kodim 0617/Majalengka, Jalan KH Abdul Halim No. 403, Kelurahan Tonjong, Kecamatan Majalengka, ini turut dihadiri oleh jajaran perwira dan prajurit.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

Bertindak sebagai Komandan Upacara yakni Danramil 1713/Ligung Kapten Inf Iyus Ibnu Khajar, serta Perwira Upacara Pasipers Dim 0617/Majalengka Kapten Inf Nana Rusmana.

Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang dibacakannya, Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto mengingatkan kembali momen bersejarah ketika para pemuda Indonesia mengikrarkan janji yang menyatukan perbedaan dan menguatkan perjuangan.

Ia menekankan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus dihidupkan dalam karakter setiap generasi penerus bangsa, bukan sekadar menjadi ingatan sejarah semata.

“Kita ingin membangun Indonesia yang maju. Tetapi kemajuan bukan hanya tentang gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang semakin canggih, atau kekayaan yang berlimpah,” ujar Dandim membacakan amanat Menpora RI.

Lebih lanjut, ditekankan pula bahwa kemajuan sejati dimulai dari manusia dan karakternya—dari hati yang mencintai tanah air, jiwa yang pantang menyerah, serta kepedulian terhadap sesama.

Ada tiga pilar utama karakter yang harus dimiliki pemuda masa depan, yakni patriotik, gigih, dan berempati.

“Patriotik yang mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pengabdian dan tindakan nyata. Gigih yang tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan, dan berempati yang tidak hanya memikirkan keberhasilan diri sendiri, melainkan juga merasakan kesulitan saudaranya,” tegasnya.

Menutup amanat tersebut, para pemuda di Majalengka dan seluruh penjuru tanah air diserukan untuk bermimpi setinggi langit, bekerja keras, serta menjadi pribadi yang kuat namun tetap memiliki kelembutan hati.

“Jadilah generasi yang berani memimpin, sekaligus bersedia melayani. Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita kepada Indonesia,” pungkasnya, diiringi ucapan selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026. (Pendim_0617)