Majalengka – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Sekolah Sepak Bola (SSB) Persatuan Sepak Bola Kadipaten (Perseka) Kabupaten Majalengka dalam sepak bola usia dini pada 10 Mei 2026.Keberhasilan SSB Perseka Kadipaten meraih Juara 2 di Festival Turnamen Garuda Anak Indonesia 2026 tingkat Jawa Barat merupakan bukti nyata keberhasilan pembinaan usia dini. Prestasi ini mencerminkan dedikasi, kedisiplinan, dan konsistensi pelatih maupun manajemen dalam mencetak talenta muda yang kompetitif sejak dini.
Pelatih SSB Perseka Kadipaten Deni mengaku sangat bersyukur atas capaian anak asuhnya.Kami sangat bersyukur atas hasil ini. Anak-anak sudah bermain dengan semangat dan kerja keras sejak babak penyisihan hingga final. Namun, kami berharap mereka lebih rajin berlatih agar bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi di masa mendatang.
“Perseka Junior U-10 Mendapatkan Juara 2 Regional Jawa Barat Tapi Gagal Mendapatkan Golden Ticket karena harus Bersaing dengan SSB dari Garut. Proses Yg diraih anak anak ini Adalah Bukti bahwa Latihan Paling penting untuk Menentukan Hasil. Arsen Oktoria meraih penghargaan Menjadi Pemain terbaik Mengatakan Kecewa Tidak dapat Juara 1 dan Gagal Berangkat ke Lampung untuk Seri Nasional Bulan Juni depan.”ujar Deni Saat di wawancara media pada 20 Mei 2026.
Deni Menjelaskan Bukti Pembinaan Prestasi ini bahwa pembinaan sepak bola usia dini mampu bersaing, serta menunjukkan keseriusan tim pelatih dan manajemen dalam mengasah talenta muda sejak dini.
Keberhasilan menembus partai final se-Jawa Barat membuktikan bahwa SSB Perseka Kadipaten memiliki pola latihan yang disiplin, fisik yang prima, dan mental bertanding yang tangguh.
“Capaian ini diharapkan mampu memotivasi SSB lainnya di wilayah Majalengka dan sekitarnya untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan pemain muda.” Jelasnya
Sementara itu, manangger Perseka Didin Rolani,S.H. menyampaikan Pencapaian luar biasa SSB Perseka Kadipaten U-10 meraih Juara 2 di Festival Turnamen Garuda Anak Indonesia 2026 tingkat Jawa Barat membuktikan kualitas pembinaan usia dini berjalan sukses dan konsisten. Prestasi ini menumbuhkan fondasi mental juara, melatih kerja sama tim, dan menjadi langkah awal lahirnya talenta sepak bola hebat di masa depan.
Ajang bergengsi seperti festival Garuda Cilik (Road to National Series) dan Garuda Anak Nusantara secara konsisten terus mencetak talenta muda berbakat di Jawa Barat.
“Turnamen seperti ini sangat krusial tidak hanya untuk mengasah kemampuan teknis (individu dan taktik), tetapi juga untuk membangun mental bertanding dan karakter sportivitas pemain sejak dini. ” Pungkasnya
Didin Rolani menegaskan Kemenangan ini menjadi bukti bahwa pembinaan usia dini bukan sekadar rutinitas latihan. Ia adalah proses panjang membentuk karakter, mental, dan mimpi.Perseka Kadipaten U-10 telah membuktikan satu hal penting: usia muda bukan penghalang untuk menjadi hebat.Bahwa masa depan sepak bola lahir dari keberanian bermimpi dan kesungguhan untuk memperjuangkannya.
“Semoga hasil ini menjadi motivasi untuk Anak anak lebih giat lagi berlatih, lebih semangat lagi untuk meraih hasil yang lebih baik lagi ke depannya.”Tegas Didin Rolani
Harapan Kedepannya, Kejuaraan seperti Festival Garuda Anak Indonesia yang didukung oleh berbagai pihak dalam upaya memajukan bakat sepak bola akar rumpu menjadi wadah yang sempurna bagi anak-anak usia U-10 untuk mengasah kemampuan, menambah jam terbang, dan menumbuhkan sportivitas sejak dini.***(kodir).














