Polri Untuk Indonesia
Uncategorized

Dukung Ketahanan Pangan, Polisi Rutin Sambangi Lahan Jagung Petani di Sumberasih

×

Dukung Ketahanan Pangan, Polisi Rutin Sambangi Lahan Jagung Petani di Sumberasih

Share this article

PPNews.id | PROBOLINGGO – Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan, tetapi juga lewat pendampingan langsung kepada para petani. Langkah tersebut terus dilakukan jajaran Polsek Sumberasih, Polres Probolinggo Kota, dengan mengunjungi lahan-lahan pertanian binaan di wilayah hukumnya.

Pada Jumat (17/7/2026), Bhabinkamtibmas Desa Banjarsari, Bripka Ryan, melaksanakan monitoring di areal pertanian jagung milik Sigit yang berada di Dusun Brak, Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

Di lahan seluas sekitar dua hektare yang dikelola bersama Kelompok Tani pimpinan M. Sholeh itu, Bripka Ryan tidak hanya melihat secara langsung kondisi tanaman, tetapi juga berdiskusi dengan petani mengenai perkembangan budidaya, pola perawatan, hingga berbagai hal yang dibutuhkan untuk menjaga produktivitas tanaman.

Kapolsek Sumberasih AKP Sugeng Apriyanto, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menyukseskan program ketahanan pangan yang tengah digalakkan pemerintah.

Menurutnya, keberadaan personel Polri di lahan pertanian menjadi sarana untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan para petani sekaligus memastikan proses budidaya berjalan sesuai harapan.

“Melalui kunjungan rutin ini kami ingin mengetahui secara langsung perkembangan tanaman serta mendengar aspirasi petani. Pendampingan seperti ini diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus membantu mencarikan solusi apabila muncul kendala di lapangan,” tutur AKP Sugeng.

Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung yang mulai dibudidayakan sejak 25 Mei 2026 menunjukkan pertumbuhan yang baik. Hingga pertengahan Juli, kondisi tanaman dinilai cukup sehat dan belum ditemukan persoalan yang berpotensi mengganggu masa tanam.

Apabila perkembangan tanaman tetap stabil, panen diperkirakan dapat dilakukan pada 30 September 2026. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi petani yang berharap hasil panen tahun ini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung ketersediaan pangan.

AKP Sugeng menambahkan, sinergi antara aparat kepolisian, kelompok tani, dan masyarakat menjadi modal penting dalam memperkuat sektor pertanian. Selain menjaga keamanan wilayah, Polri juga berkomitmen hadir sebagai mitra masyarakat dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan petani.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di Desa Banjarsari tetap aman, tertib, dan kondusif sehingga seluruh rangkaian monitoring dapat terlaksana dengan lancar. (syl)