PPNews.id | Probolinggo – Masa panen tanaman jagung di Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, semakin dekat. Lahan seluas lima hektare yang menjadi bagian dari lahan binaan Polri tersebut diperkirakan memasuki masa panen pada 30 September 2026.
Menjelang waktu panen, Polsek Sumberasih kembali turun ke lapangan untuk memastikan kondisi tanaman sekaligus mengetahui perkembangan budidaya yang dilakukan petani.
Pengecekan berlangsung Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Aiptu Andi Han mendatangi lahan milik Nusron yang tergabung dalam kelompok tani dengan ketua Barry.
Tanaman jagung di lahan tersebut telah ditanam sejak 12 Juli 2026. Setelah melewati lebih dari dua bulan masa pertumbuhan, tanaman kini mulai mendekati tahap akhir sebelum hasilnya dipanen.
Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan secara langsung terhadap kondisi tanaman. Komunikasi dengan pemilik lahan juga dilakukan untuk mengetahui perkembangan pertanian dari sisi petani.
Pembicaraan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi petugas untuk mengetahui apakah terdapat hambatan selama proses penanaman hingga perawatan tanaman jagung.
Hasil pengecekan sementara menunjukkan kondisi lahan masih berjalan dengan baik. Tidak ditemukan kendala yang berarti dalam pengelolaan tanaman maupun aktivitas pertanian di lokasi.
Situasi di lahan juga terpantau aman dan kondusif. Petani masih melakukan perawatan tanaman sembari menunggu waktu yang dinilai tepat untuk memasuki masa panen.
Kapolsek Sumberasih AKP Sugeng Apriyanto mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman tetap terpantau hingga mendekati masa panen.
“Monitoring kami lakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus menyerap informasi dari petani. Jika ada kendala di lapangan, bisa segera diketahui dan dikoordinasikan,” ujar Sugeng.
Menurutnya, komunikasi langsung dengan petani menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan pendampingan. Dengan turun langsung ke lahan, kondisi pertanian dapat diketahui secara lebih jelas.
Kehadiran personel kepolisian di lahan pertanian juga menjadi bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang terus didorong melalui keterlibatan berbagai pihak.
Sugeng menyebut pendampingan tidak berhenti pada kegiatan pengecekan. Polisi juga berupaya menjaga komunikasi agar apabila muncul persoalan selama proses budidaya, petani dapat segera menyampaikannya.
Terlebih, tanaman jagung di lahan tersebut saat ini sudah mendekati masa panen. Kondisi tanaman perlu tetap dijaga agar tidak mengalami gangguan menjelang waktu pemetikan hasil.
“Kami berharap proses perawatan berjalan lancar sampai panen. Pendampingan ini juga merupakan bentuk dukungan Polri kepada petani sekaligus mendukung program ketahanan pangan,” katanya.
Lahan lima hektare di Desa Jangur tersebut kini menjadi salah satu titik yang terus dipantau oleh Polsek Sumberasih. Perkembangan tanaman akan kembali menjadi perhatian hingga memasuki waktu panen.
Bagi petani, hasil panen nantinya menjadi penentu dari seluruh proses budidaya yang telah dilakukan sejak Juli. Karena itu, kondisi tanaman yang tetap baik hingga saat ini menjadi hal penting menjelang akhir masa tanam.
Pendampingan kepolisian di sektor pertanian juga diarahkan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Petugas tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga melakukan pemantauan terhadap kegiatan warga yang berkaitan dengan ketahanan pangan.
Dengan perkiraan panen pada akhir September, tanaman jagung di lahan binaan tersebut kini memasuki fase yang cukup menentukan. Polsek Sumberasih memastikan perkembangan lahan tetap terpantau hingga hasil pertanian siap dipanen.
Jika tidak ada perubahan dalam perkembangan tanaman, lima hektare jagung milik Nusron tersebut dijadwalkan memasuki masa panen pada 30 September 2026.
Polsek Sumberasih berharap panen nantinya berjalan lancar dan memberikan hasil yang baik bagi petani, sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Probolinggo. (syla)














