Polri Untuk Indonesia
Uncategorized

Kesbangpol Gelar Sosialisasi Literasi Digital dan Anti Hoaks di Majalengka, Secara Daring melalui Zoom dari Anggota DPRD Provinsi Jabar Ineu Purwadewi Sundari

×

Kesbangpol Gelar Sosialisasi Literasi Digital dan Anti Hoaks di Majalengka, Secara Daring melalui Zoom dari Anggota DPRD Provinsi Jabar Ineu Purwadewi Sundari

Share this article

Majalengka – Kegiatan sosialisasi literasi digital dan anti hoaks diadakan di Aula Bapermin Majalengka, menghadirkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Majalengka, Kesbangpol Provinsi Jawa Barat, serta Berbagai Secara Daring melalui Zoom dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDI-P Ineu Purwadewi Sundari.

Dalam Secara Daring melalui Zoom , Hj. Ineu Purwadewi Sundari mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman terhadap pemanfaatan teknologi digital secara bijak. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Kesbangpol Provinsi, yang terus melakukan sosialisasi literasi digital di berbagai kabupaten/kota.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

“Perkembangan teknologi dan pesatnya pertumbuhan penduduk Jawa Barat yang mencapai sekitar 20 persen dari total penduduk Indonesia atau lebih dari 50 juta jiwa menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Akses jaringan internet yang semakin luas hingga ke desa-desa harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi.”ujar Ineu Purwadewi Sundari Secara Daring melalui Zoom pada Kamis 12 Februari 2026

Ineu Purwadewi Sundari menjelaskan Tantangan era digital saat ini adalah cepatnya arus informasi, munculnya polarisasi sosial informasi akibat belum terverifikasi, hingga ancaman kejahatan siber. Oleh karena itu literasi digital harus terus diperkuat.

“Berharap para peserta tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga dapat menyebarkan kembali pengetahuan tersebut di lingkungan masing-masing. “Kami ingin peserta menjadi perpanjangan tangan untuk mensosialisasikan literasi digital dan pencegahan hoaks di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Berbagai Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jabar Rumondang Rumapea, S.A.P menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk narasumber dari berbagai instansi. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Kesbangpol Provinsi Jawa Barat yang berhalangan hadir karena menghadiri kegiatan serupa di Kota Bandung.

Dalam kesempatan tersebut, ditekankan bahwa tantangan saat ini bukan hanya perang fisik, tetapi juga perang narasi, opini, provokasi, disinformasi, dan algoritma di ruang digital. Oleh karena itu, literasi digital dinilai sangat strategis untuk membekali masyarakat agar mampu membedakan antara fakta dan manipulasi, kritik dan pelanggaran, serta demokrasi dan tindakan anarkis di dunia maya.

“Kita harus mampu memilah informasi. Jangan mudah terprovokasi hanya karena satu postingan, potongan video, atau caption yang belum tentu benar,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari unsur keamanan, termasuk perwakilan Densus 88, sebagai bagian dari kolaborasi dalam upaya pencegahan radikalisme dan penguatan ketahanan masyarakat di ruang digital.

Sementara itu, Salah satu peserta Boy Heru berterimakasih atas terselenggaranya kegiatan digitak dan anti hoax yang di selenggarakan oleh kesbangpol jabar, jadi hasil kegiatan kemarin dan sekarang sangat bermanfaat bagi saya selaku masyarakat majalengka tentu menambah ilmu, menambah wawasan tentang bagaimana apa yang di sampaikan pemateri kita harus cerdas memilah dan memilih berita yang baik dan benar,.

“Jadi untuk menangkal hoax yang kemarin di sampaikan oleh pemateri di antaranya kita harus cerdas memilah dan memilih berita yang baik dan yang benar. ” Ucapnya

Boy Heru menyampaikan jadi untuk menangkal hoax yang di sampaikan oleh pemateri di antara kita harus cerdas memilah dan memilih berita yang positif dan negatif, untuk pengguatan cagar alam sendiri kesbangpol jabar telah simbolis dan membagikan tanaman alpukat itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

“Pembagian tanaman alpukat supaya cagar alam di majalengka khususnya terjaga lebih baik dan lestari. Tujuan dengan kegiatan ini untuk sasaran pesertanya ada yang kader posyandu, ada yang perangkat desa, karang taruna, dan masyarakat biasa. ” Pungkas Boy Heru

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Majalengka semakin bijak dalam menggunakan teknologi digital serta mampu menangkal penyebaran hoaks demi menjaga persatuan dan stabilitas sosial.***(kodir).