Polri Untuk Indonesia
Uncategorized

Pentingnya Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa, Anggota DPR RI Galih Kartasasmita Serap Aspirasi Warga Majalengka

×

Pentingnya Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa, Anggota DPR RI Galih Kartasasmita Serap Aspirasi Warga Majalengka

Share this article

MAJALENGKA – Anggota Komisi XI DPR RI, Galih Dimuntur Kartasasmita, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang dihadapi Indonesia saat ini.

Galih dari Dapil Majalengka, Sumedang, Subang ini mengingatkan, Indonesia merupakan bangsa besar yang dibangun dari keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial. Menurutnya, perbedaan bukanlah ancaman, melainkan kekuatan jika dikelola dengan semangat persatuan.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

“Indonesia jangan sampai mau dipecah belah. Persatuan adalah modal utama kita sebagai bangsa,” ujar Galih di hadapan ratusan warga Majalengka di Gedung KNPI Majalengka, Jumat (27/2/2026).

Ia menilai, berbagai upaya adu domba dan polarisasi masih kerap muncul di tengah masyarakat, baik melalui isu sosial, ekonomi, maupun informasi yang tidak benar. Karena itu, Galih menuturkan pentingnya kembali memahami dan mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.

Dalam pemaparannya, Galih menjelaskan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar konsep, tetapi harus diwujudkan dalam sikap saling menghormati, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama.

“Melemahnya nilai kebangsaan dapat membuka ruang perpecahan jika tidak diantisipasi sejak dini,” tegasnya.

Galih juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, terutama yang berpotensi memecah belah persaudaraan.

Menurut Galih, peran masyarakat di daerah sangat penting sebagai benteng pertama persatuan nasional. Dengan menjaga kerukunan di tingkat lokal, maka keutuhan Indonesia secara keseluruhan akan tetap terjaga.

Salah seorang peserta, Sopian (33), mengaku pesan yang disampaikan Galih relevan dengan kondisi saat ini.

“Kita sering lihat perbedaan malah dijadikan bahan konflik. Padahal kalau bersatu, masyarakat akan lebih kuat,” ujarnya.***(Kodir).