Polri Untuk Indonesia
PENDIDIKAN

Polsek Tongas Masuk Sekolah, Ajak Siswa SDN 1 Tongas Wetan Bangun Budaya Antikekerasan

×

Polsek Tongas Masuk Sekolah, Ajak Siswa SDN 1 Tongas Wetan Bangun Budaya Antikekerasan

Share this article

PPNews.id | Probolinggo – Mewujudkan lingkungan sekolah yang nyaman bagi peserta didik tidak lepas dari upaya menanamkan sikap saling menghormati sejak dini. Berangkat dari hal tersebut, Polsek Tongas, Polres Probolinggo Kota, memberikan edukasi mengenai pencegahan perundungan kepada siswa SDN 1 Tongas Wetan, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Tongas Iptu Kumoro Seto itu berlangsung di sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Tongas, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas. Melalui pendekatan edukatif, para pelajar diajak memahami pentingnya menjaga perilaku serta menghindari tindakan yang dapat merugikan teman sebaya.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

Penyuluhan ini menjadi salah satu langkah kepolisian untuk membangun kesadaran anak-anak tentang pentingnya menaati aturan dan menjaga hubungan sosial yang sehat di lingkungan pendidikan.

Dalam penyampaiannya, Kumoro menyoroti bahwa perundungan bisa berawal dari kebiasaan yang dianggap sepele, seperti melontarkan ejekan, mengeluarkan kata-kata kasar, hingga memperlakukan teman secara tidak pantas. Jika dibiarkan, perilaku tersebut berpotensi menimbulkan persoalan yang lebih serius.

Karena itu, para siswa diajak membiasakan diri bersikap ramah, saling menolong, serta menghargai satu sama lain tanpa membedakan kondisi maupun latar belakang teman.

“Kami ingin anak-anak memiliki pemahaman bahwa pertemanan harus dibangun dengan rasa saling menghormati. Tidak boleh ada kebiasaan mengejek, menghina, apalagi melakukan kekerasan terhadap teman sendiri,” kata Kumoro.

Ia juga menegaskan bahwa tindakan fisik, seperti memukul, menampar, menjewer, dan perbuatan lain yang menyebabkan orang lain merasa tersakiti, tidak dapat dibenarkan. Para pelajar diharapkan mampu mengendalikan diri dan memilih penyelesaian yang baik ketika menghadapi perselisihan.

Selain memberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk perundungan, petugas turut mengingatkan siswa agar berani menyampaikan persoalan kepada guru. Pesan ini ditujukan kepada anak-anak yang mengalami sendiri tindakan bullying maupun mereka yang melihat kejadian serupa menimpa teman di sekolah.

Menurut Kumoro, keberanian melapor merupakan langkah penting agar persoalan dapat segera diketahui dan ditangani oleh pihak yang berwenang di lingkungan sekolah.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti materi dengan antusias. Kepolisian berharap pemahaman yang diberikan dapat menjadi bekal bagi pelajar untuk membangun pergaulan yang lebih positif dan menghindari perilaku yang berpotensi melanggar aturan.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Lucky Permana Putra melalui Kasi Humas Iptu Zainullah menyampaikan bahwa pembinaan kepada pelajar merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam mendukung terciptanya situasi pendidikan yang aman dan kondusif.

Zainullah menuturkan, kegiatan sosialisasi antiperundungan akan terus diperluas melalui kunjungan dan penyuluhan ke sekolah-sekolah di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota.

“Kami berupaya meningkatkan pemahaman para pelajar agar tidak terlibat dalam perundungan, baik sebagai pelaku maupun dengan membiarkan tindakan tersebut terjadi. Lingkungan sekolah harus memberikan rasa aman sehingga anak-anak bisa belajar dengan tenang dan mengembangkan kemampuan mereka,” ujarnya.

Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, kepolisian berharap nilai antikekerasan semakin tertanam dalam kehidupan pelajar. Dukungan guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah juga diperlukan agar upaya pencegahan perundungan dapat berjalan efektif serta membentuk generasi muda yang berkarakter dan peduli terhadap sesama. (Saila)