Polri Untuk Indonesia
TNI POLRI

Targetkan Panen Akhir Desember, Polsek Sumberasih Pastikan Kondisi 10 Hektare Tanaman Jagung di Laweyan Tetap Produktif

×

Targetkan Panen Akhir Desember, Polsek Sumberasih Pastikan Kondisi 10 Hektare Tanaman Jagung di Laweyan Tetap Produktif

Share this article

PPNews.id | Probolinggo – Kesiapan sektor pertanian dalam menunjang ketahanan pangan menjadi perhatian jajaran Polsek Sumberasih, Polres Probolinggo Kota. Untuk memastikan perkembangan tanaman berjalan sesuai rencana, kepolisian melakukan pengecekan langsung terhadap lahan jagung seluas 10 hektare di Desa Laweyan, Kecamatan Sumberasih, Jumat (6/11/2026).

Pemantauan yang dilaksanakan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB tersebut menyasar lahan pertanian milik Sikat. Kegiatan dipimpin anggota Unit Binmas, Aiptu Johnny Nofry, dengan melibatkan pemilik lahan serta Ketua Kelompok Tani (Poktan) setempat, Sobirin.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

Fokus kegiatan kali ini adalah mengetahui kondisi terkini tanaman jagung yang telah dibudidayakan sejak awal September. Melalui pemeriksaan langsung, petugas bersama petani mencermati perkembangan tanaman sekaligus memperbarui informasi mengenai kondisi pertanian di lokasi.

Lahan seluas 10 hektare tersebut diketahui mulai memasuki masa tanam pada 8 September 2026. Berdasarkan hasil pemantauan, pertumbuhan tanaman menunjukkan perkembangan yang baik dan belum ditemukan kendala berarti selama proses budidaya berlangsung.

Dengan kondisi tersebut, petani menargetkan tanaman jagung dapat memasuki masa panen pada 29 Desember 2026. Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan untuk melanjutkan perawatan tanaman agar hasil produksi nantinya sesuai dengan harapan.

Kapolsek Sumberasih AKP Sugeng Apriyanto mengatakan, pemantauan pertanian merupakan salah satu bentuk keterlibatan kepolisian dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan. Menurutnya, sektor pertanian membutuhkan perhatian bersama karena memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Ia menjelaskan, kehadiran personel di lokasi pertanian juga dimaksudkan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan para petani. Dengan bertemu secara langsung, kepolisian dapat mengetahui perkembangan usaha pertanian sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

“Kami ingin memastikan program ketahanan pangan benar-benar berjalan di lapangan. Karena itu, anggota kami dorong untuk aktif menjalin komunikasi dengan petani, melihat perkembangan lahan, sekaligus mengetahui apabila ada kendala yang membutuhkan perhatian,” terang AKP Sugeng Apriyanto.

Menurutnya, pendampingan semacam ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan pemantauan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kemitraan antara kepolisian dan masyarakat. Petani diharapkan semakin termotivasi dalam mengoptimalkan lahan yang dimiliki.

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Johnny Nofry bersama pemilik lahan dan Ketua Poktan Sobirin turut melakukan diskusi mengenai perkembangan tanaman jagung. Pertukaran informasi tersebut menjadi sarana untuk mengetahui kondisi aktual lahan binaan sekaligus memastikan data perkembangan pertanian tetap diperbarui.

Kapolsek menambahkan, hasil pengecekan yang menunjukkan kondisi tanaman cukup baik merupakan perkembangan positif. Meski demikian, pemantauan tetap diperlukan agar pertumbuhan tanaman dapat terjaga sampai waktu panen.

“Alhamdulillah, dari hasil pengecekan di lokasi, tanaman jagung tumbuh dengan baik dan sejauh ini tidak ada kendala yang berarti. Kami berharap kondisi tersebut terus dipertahankan sampai memasuki masa panen yang diperkirakan pada 29 Desember 2026,” tambahnya.

Polsek Sumberasih juga memandang keterlibatan kelompok tani sebagai unsur penting dalam menjaga keberlanjutan program pertanian. Peran aktif petani dalam mengelola lahan perlu didukung komunikasi yang baik dengan seluruh pihak terkait.

Melalui kegiatan tersebut, kepolisian berharap potensi pertanian di wilayah Kecamatan Sumberasih dapat terus berkembang. Optimalisasi lahan produktif di tingkat desa dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat ketersediaan pangan dari lingkungan masyarakat sendiri.

Selain itu, kegiatan sambang pertanian menjadi wujud pendekatan Polri yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga menyentuh bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran polisi di tengah petani diharapkan mampu menciptakan hubungan yang saling mendukung.

Pendampingan terhadap lahan jagung di Desa Laweyan selanjutnya diharapkan dapat memberikan hasil positif bagi pemilik lahan dan kelompok tani. Apabila target panen tercapai, hasil budidaya tersebut akan menjadi bagian dari kontribusi masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan.

AKP Sugeng menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong personel untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan produktif yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan.

Dengan perkembangan tanaman yang sejauh ini berjalan baik, lahan jagung binaan Polsek Sumberasih tersebut diharapkan mampu mencapai masa panen sesuai jadwal. Selama kegiatan pemantauan berlangsung, situasi di Desa Laweyan terpantau aman, lancar, dan kondusif. (Septyan)