Polri Untuk Indonesia
Uncategorized

Tekan Risiko Kecelakaan, Satlantas Polres Probolinggo Kota Cek Kendaraan dan Administrasi Pengendara

×

Tekan Risiko Kecelakaan, Satlantas Polres Probolinggo Kota Cek Kendaraan dan Administrasi Pengendara

Share this article

PPNews.id | Probolinggo – Keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo Kota. Melalui aksi simpatik yang digelar di Jalan Suyoso sisi selatan, tepat di samping Hotel Ratna, Kamis (27/8/2026) pagi, petugas mengajak masyarakat lebih peduli terhadap keselamatan sebelum berkendara.

Tidak seperti pemeriksaan yang hanya berorientasi pada penindakan, kegiatan kali ini dikemas secara humanis dengan memberikan edukasi langsung kepada para pengguna jalan. Setiap kendaraan yang melintas dihentikan petugas untuk menjalani pemeriksaan.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

Pengendara diminta menunjukkan kelengkapan surat-surat berkendara. Petugas kemudian memastikan administrasi yang berkaitan dengan kendaraan maupun pengendara telah sesuai dengan ketentuan.

Pengecekan juga menyentuh kondisi fisik kendaraan. Petugas memperhatikan kelayakan kendaraan yang digunakan masyarakat, mengingat kondisi kendaraan menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan untuk menunjang keselamatan di jalan raya.

Dalam kegiatan tersebut, Satlantas Polres Probolinggo Kota menggandeng petugas pajak dari Samsat Probolinggo Kota. Kehadiran petugas Samsat dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor.

Selain itu, perwakilan Jasa Raharja Probolinggo juga turut dilibatkan. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi yang lebih lengkap kepada masyarakat mengenai lalu lintas, administrasi kendaraan serta aspek perlindungan terkait kecelakaan.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Probolinggo Kota Iptu Ahmad Tohari, S.H. mengatakan, aksi simpatik tersebut sengaja dilakukan dengan pendekatan persuasif agar pesan keselamatan dapat diterima masyarakat secara langsung.

“Kami ingin membangun kesadaran masyarakat. Pemeriksaan ini bukan hanya melihat surat-surat, tetapi juga mengingatkan pengendara agar memperhatikan kondisi kendaraan dan kewajiban administrasinya,” kata Iptu Ahmad Tohari.

Menurutnya, tertib lalu lintas harus dimulai sebelum kendaraan bergerak. Pengendara perlu memastikan kendaraan dalam kondisi baik serta melengkapi berbagai dokumen yang menjadi persyaratan berkendara.

“Biasakan sebelum berangkat melakukan pengecekan kendaraan. Pastikan rem, ban, lampu dan komponen penting lainnya dalam kondisi baik. Jangan sampai kelalaian kecil menimbulkan risiko besar di jalan,” ujarnya.

Iptu Ahmad Tohari juga mengingatkan masyarakat mengenai kewajiban perpajakan kendaraan. Pengendara diharapkan tidak menunggu adanya pemeriksaan untuk mengetahui status administrasi kendaraannya.

“Kami bersama Samsat dan Jasa Raharja memberikan edukasi agar masyarakat semakin memahami kewajibannya. Tertib administrasi juga merupakan bagian dari budaya tertib berlalu lintas,” tambahnya.

Menurutnya, persoalan keselamatan di jalan harus menjadi perhatian serius. Sebab, kecelakaan lalu lintas dapat menimbulkan dampak yang tidak hanya dirasakan korban, tetapi juga keluarga dan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa akibat kecelakaan di jalan, 14 orang meninggal dunia setiap harinya di wilayah Jawa Timur. Angka itu menunjukkan bahwa keselamatan berlalu lintas harus menjadi kepedulian seluruh pengguna jalan.

“Empat belas orang meninggal dunia setiap hari akibat kecelakaan merupakan angka yang sangat besar. Ini harus menjadi alarm bagi kita semua supaya lebih disiplin dan tidak menganggap remeh aturan lalu lintas,” tegas Iptu Ahmad Tohari.

Ia menilai kecelakaan lalu lintas dapat ditekan apabila seluruh pihak memiliki kesadaran yang sama. Polisi memiliki tugas melakukan pengaturan, pengawasan dan edukasi, sementara masyarakat mempunyai peran penting dengan mematuhi aturan.

“Kami mengajak masyarakat jangan hanya tertib ketika ada petugas. Jadikan keselamatan sebagai kebutuhan. Gunakan kendaraan yang layak, lengkapi surat-surat dan patuhi aturan selama berada di jalan,” pesannya.

Petugas di lapangan juga mengingatkan pengendara sepeda motor agar menggunakan helm sesuai standar. Pengguna jalan lainnya diminta menjaga kecepatan, memperhatikan kondisi sekitar dan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi saat berkendara.

Aksi simpatik tersebut sekaligus menjadi bentuk sinergi antara kepolisian, Samsat dan Jasa Raharja dalam memberikan pelayanan serta edukasi kepada masyarakat. Pendekatan bersama diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan pengguna jalan dari sisi keselamatan maupun administrasi.

Iptu Ahmad Tohari berharap kegiatan serupa dapat memberikan dampak positif terhadap perilaku masyarakat. Menurutnya, tujuan utama kegiatan bukan sekadar menemukan pelanggaran, melainkan menumbuhkan kesadaran agar masyarakat mampu menjaga keselamatan secara mandiri.

“Kami ingin setiap pengendara pulang dengan selamat sampai tujuan. Karena itu, mari bersama-sama membudayakan tertib berlalu lintas dan selalu mengutamakan keselamatan,” pungkasnya.

Satlantas Polres Probolinggo Kota pun terus mendorong terciptanya budaya berlalu lintas yang aman, tertib dan berkeselamatan. Melalui edukasi, pemeriksaan serta sinergi dengan instansi terkait, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. (syll)