Majalengka – Pelaksanaan debat kandidat kedua yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Majalengka, Calon Wakil Bupati Majalengka Koko Suyoko mengajukan pertanyaan tajam terkait kinerja Dena Muhamad Ridwan, selain sebagai calon wakil bupati, juga sebagai kontraktor yang terlibat dalam proyek-proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Majalengka. Koko mempertanyakan pelaksanaan proyek dan mekanisme lelang yang berlangsung selama kepemimpinan Karna Sobahi sebagai Bupati periode 2018-2023 apakah berjalan dengan baik atau tidak.
“Kang Dena kan datang dari luar ke Majalengka untuk menjalani bisnis di sini. Kita semua tahu bahwa Kang Dena itu seorang pengusaha yang bergerak di proyek APBD. Yang saya ingin tanyakan, apakah tender dan pelaksanaan proyek-proyek yang diikuti itu, sudah berjalan dengan baik selama kepemimpinan Pak Karna saat jadi bupati Majalengka periode 2018-2023?,” tanya Koko saat pertanyaan antara para calon wakil bupati, secara lugas dalam debat yang berlangsung di sebuah hotel di Majalengka.
Menanggapi pertanyaan itu, Dena Muhamad Ridwan mengakui bahwa ia memang terlibat dalam beberapa proyek di Majalengka, namun dengan tegas proyek yang digelutinya itu tidak terbatas di Majalengka, melainkan ke beberapa wilayah di Indonesia.
“Saya itu sebagai peserta tender dan telah mengikuti prosedur yang ada. Saya melihat bahwa pemerintah saat ini telah melaksanakan sistem yang baik dan terbuka, khususnya dengan penerapan sistem digital. Ini sangat membantu mencegah potensi KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Saya mengapresiasi upaya pemerintah dalam menjaga transparansi dalam lelang proyek selama ini,” ujar Dena.
Koko Suyoko langsung merespons jawaban Dena dan dirinya mengaku sudah dapat merangkum pernyataan itu mengakui bahwa pemerintahaan Karna Sobahi saat menjabat bupati sudah berjalan dengan baik. Tidak ada tudingan negatif yang selama ini dialamatkan kepada Karna Sobahi.”Saya sudah menangkap poinnya dengan jelas. Intinya bahwa kinerja pemerintah di bawah kepemimpinan Pak Karna itu lebih baik dan terstruktur, sesuatu yang harus diakui,”ucap Koko.”(KD)














