Majalengka – Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat H. Yomanius Untung, S.Pd,M.M mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret guna melindungi keselamatan jamaah umrah asal Indonesia khususnya jamaah Jawa Barat yang tertahan di berbagai bandara akibat eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Situasi ini membuat jamaah umrah tertahan dalam ketidakpastian, terutama terkait kepulangan ke Tanah Air.
Legislator dari daerah pemilihan Sumedang, Majalengka, dan Subang itu menegaskan, dalam kondisi seperti saat ini, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dibandingkan pelaksanaan ibadah umroh.
Menurut Yomanius Untung, penutupan wilayah udara Timur Tengah pascaserangan tersebut telah menyebabkan penundaan penerbangan massal. Akibatnya, banyak jamaah berada dalam kondisi rentan tanpa kepastian logistik maupun jadwal pemulangan.
“Pemerintah perlu menyiapkan rute alternatif serta skema evaluasi bertahap apabila situasi perang semakin memburuk dan membahayakan warga negara Indonesia di kawasan tersebut. Dengan demikian, keselamatan jamaah dapat tetap terjaga meskipun kondisi geopolitik belum stabil.”ujar Yomanius untung saat di wawancara media pada Kamis (06/03/2026).
Ia menegaskan bahwa perlindungan WNI merupakan prioritas utama negara sebagaimana amanat konstitusi. Karena itu, respons cepat dan terukur dinilai sangat krusial dalam situasi darurat seperti sekarang.
“Untuk itu, DPRD Provinsi Jawa Barat akan terus mengawal dan mengikuti secara seksama perkembangan perang yang berkecamuk di Timur Tengah. Pemerintah juga diminta memastikan jamaah umrah tertahan dapat kembali dengan selamat.” Jelasnya
Yomanius Untung Menegaskan Pemerintah harus hadir penuh, jangan biarkan jamaah terlantar serta menghimbau jamaah pihak travel penyelenggara umrah agar tetap tenang patuhi instruksi KBRI Kementerian Luar Negeri RI.pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah terus memantau kondisi jamaah umrah Indonesia di Arab Saudi menyusul eskalasi keamanan yang berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju negara tersebut.
“Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI Puji Raharjo menegaskan pihaknya terus memonitor perkembangan situasi secara cermat.” Tegas Yomanius Untung
Kami mengimbau kepada seluruh jamaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini.***(kodir).














