Polri Untuk Indonesia
Uncategorized

Hampir 2 Kilometer Berparade, Warga RT 004 Banyuanyar Tengah Suguhkan Atraksi Adat Papua

×

Hampir 2 Kilometer Berparade, Warga RT 004 Banyuanyar Tengah Suguhkan Atraksi Adat Papua

Share this article

PPNews.id | Probolinggo — Jalan desa di wilayah Banyuanyar Tengah, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (22/08/2026), dipenuhi semangat warga dalam gelaran Best Carnival yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar.

Salah satu rombongan yang ikut ambil bagian yakni warga RT 004 RW 001. Mereka memilih konsep yang cukup mencolok dengan mengangkat tema Pasukan Palang Adat Papua sebagai identitas penampilan dalam carnival tahun ini.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

Bukan hanya mengandalkan kostum, rombongan juga menyusun penampilan dengan menggabungkan gerakan secara bersama-sama. Atraksi tersebut diperlihatkan berulang di sepanjang perjalanan sehingga konsep yang dibawa tetap terasa dari awal hingga akhir parade.

Titik keberangkatan berada di batas Desa Banyuanyar Kidul dan Desa Banyuanyar Tengah. Dari lokasi tersebut, rombongan berjalan mengikuti jalur yang telah ditentukan panitia dengan jarak hampir dua kilometer.

Perjalanan panjang itu menjadi bagian dari atraksi tersendiri. Peserta tetap menjaga barisan sambil sesekali berhenti untuk menampilkan gerakan yang menjadi ciri khas konsep Pasukan Palang Adat Papua.

Semangat peserta semakin terlihat ketika rombongan melintasi sejumlah titik yang dipadati masyarakat. Warga yang menyaksikan dari sisi jalan turut memberikan perhatian terhadap penampilan yang dibawakan rombongan RT 004 RW 001.

Sesampainya di kawasan Balai Desa Banyuanyar Tengah, rombongan melanjutkan penampilan hingga menuju garis finish yang berada di depan kantor desa. Peserta kemudian menuntaskan perjalanan dengan tetap mempertahankan kekompakan kelompok.

Ketua RW 001 Desa Banyuanyar Tengah, Suyitno, menyampaikan bahwa keikutsertaan warga RT 004 merupakan hasil kesepakatan bersama untuk ikut memeriahkan kegiatan PHBN.

“Kami ingin memberikan kontribusi dalam kegiatan desa. Warga RT 004 sepakat untuk ikut tampil dan membawa konsep yang bisa dilakukan secara bersama-sama,” kata Suyitno.

Menurutnya, tema Pasukan Palang Adat Papua dipilih setelah warga berdiskusi mengenai konsep yang sesuai dengan karakter carnival. Dari keputusan tersebut, warga kemudian membagi tugas untuk menyiapkan kebutuhan penampilan.

“Kami tidak mengejar penampilan yang berlebihan. Yang terpenting bagaimana semua warga bisa terlibat dan tampil kompak. Dari proses itulah semangat kebersamaan justru semakin terasa,” ujarnya.

Suyitno menilai kegiatan carnival menjadi wadah yang tepat untuk mempertemukan kreativitas dan kebersamaan warga. Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi langsung dalam agenda desa.

“Carnival ini menjadi ruang bagi warga untuk menunjukkan kreativitas. Kami juga bisa bertemu, berlatih, dan bekerja sama. Hal seperti ini sangat baik untuk menjaga kekompakan di lingkungan,” tuturnya.

Ia mengapresiasi seluruh warga RT 004 yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk mengikuti kegiatan. Suyitno juga menyampaikan penghargaan kepada panitia PHBN yang telah menyelenggarakan kegiatan dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkreasi.

Ketua RT 004 Desa Banyuanyar Tengah, Su’udi, mengatakan warga telah mempersiapkan diri untuk mengikuti carnival dengan penuh antusias. Persiapan dilakukan bersama-sama tanpa mengesampingkan aktivitas masing-masing warga.

“Sejak awal kami sudah menyampaikan kepada warga bahwa kegiatan ini membutuhkan kekompakan. Alhamdulillah, warga langsung merespons dan ikut membantu sesuai peran masing-masing,” ujar Su’udi.

Su’udi menuturkan, tantangan utama dalam mengikuti carnival adalah menjaga energi selama menempuh rute yang hampir dua kilometer. Namun, semangat warga tetap terjaga karena mereka memiliki target untuk memberikan penampilan terbaik sampai garis finish.

“Jaraknya hampir dua kilometer, jadi tentu membutuhkan stamina. Tetapi kami saling menyemangati agar tetap kompak dan terus memberikan atraksi sepanjang perjalanan,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan kesan positif bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman bagi warga RT 004 untuk terus mengembangkan kreativitas.

“Yang kami bawa bukan hanya tema dan gerakan, tetapi juga semangat warga untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan desa. Semoga kebersamaan ini terus terjaga setelah carnival selesai,” pungkas Su’udi. (syl)