Polri Untuk Indonesia
TNI POLRI

Dua Bulan Lagi Panen, Lahan Jagung 1,2 Hektare di Kanigaran Diproyeksi Hasilkan 9 Ton

×

Dua Bulan Lagi Panen, Lahan Jagung 1,2 Hektare di Kanigaran Diproyeksi Hasilkan 9 Ton

Share this article

PPNews.id | Probolinggo – Potensi produksi jagung dari lahan pertanian di Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, mulai terlihat. Dari areal seluas 1,2 hektare, hasil panen diperkirakan berada pada kisaran 7 hingga 9 ton.

Lahan tersebut menjadi salah satu titik yang dipantau kepolisian sebagai bagian dari dukungan terhadap aktivitas pertanian masyarakat dan program ketahanan pangan.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebonsari Wetan Briptu Aldian melakukan pengecekan langsung pada Minggu (20/9/2026). Pemantauan berlangsung sekitar pukul 09.45 WIB di lahan pertanian yang berada di Jalan Sunan Muria.

Tanaman yang dibudidayakan di lahan milik Slamet tersebut merupakan jagung varietas Jago. Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Dewi Sri itu mulai melakukan penanaman pada 25 Agustus 2026.

Dengan melihat perkembangan tanaman saat ini, masa panen diperkirakan masih akan berlangsung sekitar November. Perkiraannya berada pada rentang 10 sampai 20 November 2026.

Perkiraan waktu panen tersebut menjadi perhatian dalam monitoring yang dilakukan personel kepolisian. Pemantauan diperlukan untuk melihat perkembangan tanaman sebelum nantinya memasuki tahap produksi.

Briptu Aldian tidak datang hanya untuk melihat kondisi lahan. Ia juga bertemu dan berbicara dengan petani yang mengelola tanaman jagung tersebut.

Percakapan itu dilakukan untuk mengetahui kondisi budidaya secara langsung, termasuk kemungkinan persoalan yang muncul selama tanaman menjalani masa perawatan.

Bagi petani, komunikasi dengan petugas di lapangan juga menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan maupun kendala yang ditemui selama proses budidaya.

Informasi yang diperoleh dari petani selanjutnya dapat menjadi bahan koordinasi apabila terdapat persoalan yang membutuhkan keterlibatan pihak lain.

Kapolsubsektor Kanigaran Ipda Iwan Hardi mengatakan, keterlibatan anggota kepolisian dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong masyarakat agar sektor pertanian terus berkembang. Kami berharap hasil panen nantinya dapat optimal dan turut mendukung ketahanan pangan,” ujar Iwan.

Menurut dia, pendampingan terhadap petani perlu dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, komunikasi dengan kelompok tani akan tetap dijaga seiring perkembangan tanaman menuju masa panen.

“Komunikasi dengan kelompok tani akan terus dilakukan sehingga apabila terdapat kendala di lapangan dapat segera diketahui dan dikoordinasikan dengan pihak terkait,” katanya.

Selain memperhatikan sektor pertanian, kepolisian juga menjadikan pertemuan tersebut sebagai kesempatan menyampaikan pesan kamtibmas kepada masyarakat.

Petani dan warga yang berada di sekitar lokasi diimbau untuk ikut menjaga lingkungan. Kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan juga perlu ditingkatkan.

Masyarakat diminta tidak bersikap acuh terhadap kondisi lingkungan sekitar. Kepedulian warga dinilai penting untuk membantu menjaga suasana tetap aman selama aktivitas masyarakat berlangsung.

Kerukunan antarwarga juga menjadi bagian dari pesan yang disampaikan. Hubungan sosial yang baik di lingkungan masyarakat diharapkan terus dipelihara.

Iwan mengatakan keamanan lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karena itu, kepolisian mendorong adanya kerja sama antara masyarakat, petani dan aparat.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Dengan sinergi antara petani, masyarakat dan Polri, diharapkan situasi tetap aman dan kondusif,” tuturnya.

Sementara itu, tanaman jagung di lahan Kelompok Tani Dewi Sri masih akan melalui sejumlah tahapan perawatan sebelum dipanen. Jika perkembangan tanaman sesuai perkiraan, masa panen akan berlangsung pada pertengahan November 2026.

Dari lahan seluas 1,2 hektare tersebut, produksi 7 hingga 9 ton menjadi potensi yang diharapkan dapat tercapai. Pemantauan dan komunikasi dengan petani pun terus dilakukan untuk mengikuti perkembangan hingga masa panen tiba.

Pendampingan di tingkat lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan pertanian di wilayah Kecamatan Kanigaran. (syla)