PPNews.id | Probolinggo – Aktivitas pertanian di Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, mendapat perhatian dari jajaran kepolisian. Menjelang masa panen, petugas kembali mendatangi salah satu lahan jagung binaan untuk melihat secara langsung perkembangan tanaman.
Kunjungan tersebut berlangsung Jumat (25/9/2026) siang. Aiptu Pagas melakukan pengecekan di lahan pertanian seluas sekitar lima hektare yang berada di lahan milik Bengsud.
Hamparan tanaman jagung itu dikelola dalam kelompok tani yang diketuai Barry. Berdasarkan catatan budidaya, penanaman jagung dilakukan pada 5 Juli 2026.
Usai melalui masa pertumbuhan selama lebih dari dua bulan, tanaman kini berada pada tahap yang mendekati waktu pemanenan. Petani telah menjadwalkan panen pada 30 September 2026.
Artinya, kurang dari sepekan menjadi waktu penting bagi petani untuk memastikan tanaman tetap terjaga hingga proses pemanenan dimulai.
Kehadiran petugas di lokasi tidak sekadar melakukan pengecekan tanaman. Aiptu Pagas juga berkomunikasi langsung dengan pemilik lahan dan anggota kelompok tani mengenai situasi pertanian yang sedang berlangsung.
Sejumlah hal berkaitan dengan kondisi tanaman dan persiapan menjelang panen turut menjadi bahan pembicaraan. Petugas juga memastikan apakah terdapat persoalan yang berpotensi menghambat kegiatan pertanian.
Dari hasil pengecekan lapangan, tidak ditemukan gangguan yang berarti. Pengelolaan lahan berjalan sebagaimana mestinya dan situasi di sekitar lokasi dilaporkan tetap aman serta kondusif.
Kapolsek Sumberasih AKP Sugeng Apriyanto menyebut pemantauan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pembinaan masyarakat, khususnya petani yang menjadi bagian dari lahan pertanian binaan.
“Menjelang panen, kami perlu mengetahui secara langsung bagaimana perkembangan tanaman di lapangan. Selain itu, komunikasi dengan petani penting untuk mengetahui jika ada persoalan yang perlu segera dikoordinasikan,” ujar Sugeng.
Menurut dia, komunikasi secara langsung membuat petugas dapat memperoleh informasi mengenai kondisi pertanian tanpa harus menunggu munculnya persoalan yang lebih besar.
Karena itu, jajaran Polsek Sumberasih terus mendorong hubungan yang baik dengan para petani. Pendekatan tersebut dilakukan melalui kegiatan pemantauan sekaligus dialog di lokasi pertanian.
Sugeng menjelaskan, pendampingan juga menjadi bagian dari dukungan kepolisian terhadap upaya penguatan ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Sumberasih.
“Petani memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan. Kami berupaya memberikan pendampingan dan menjaga komunikasi agar aktivitas pertanian masyarakat dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Ia berharap tidak terjadi gangguan hingga tanaman memasuki waktu panen. Dengan kondisi lahan yang saat ini terpantau baik, petani diharapkan dapat menyelesaikan tahap akhir budidaya sesuai jadwal.
“Kami berharap hasil panennya nanti sesuai dengan harapan petani. Kami juga akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat dan memberikan pendampingan sesuai kebutuhan,” tutur Sugeng.
Pemantauan terhadap lahan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi kepolisian untuk mengetahui kondisi masyarakat secara langsung. Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang terus mendapat perhatian dalam kegiatan pembinaan di tingkat desa.
Bagi petani, masa menjelang panen merupakan tahapan yang membutuhkan perhatian terhadap kondisi tanaman dan kesiapan pelaksanaan panen. Koordinasi dengan berbagai pihak juga diperlukan apabila ditemukan persoalan di lapangan.
Hingga pemantauan terakhir, aktivitas pertanian di lahan jagung Desa Jangur masih berlangsung normal. Tanaman yang ditanam sejak awal Juli tersebut kini tinggal menunggu waktu untuk memasuki masa panen.
Dengan jadwal panen yang telah ditetapkan pada 30 September 2026, petani bersama pihak terkait diharapkan dapat menjaga kondisi lahan hingga seluruh proses budidaya menghasilkan produksi yang optimal. (syla)














