Polri Untuk Indonesia
DAERAH

Usung Tema “Wonoasih Gemilang”, Kecamatan Wonoasih Padukan Pesona Mangga dan Budaya di Mango Carnival of Indonesia 2026

×

Usung Tema “Wonoasih Gemilang”, Kecamatan Wonoasih Padukan Pesona Mangga dan Budaya di Mango Carnival of Indonesia 2026

Share this article

PPNews.id | Probolinggo – Kreativitas dan semangat memperkenalkan potensi daerah ditunjukkan Kecamatan Wonoasih dalam gelaran Mango Carnival of Indonesia yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo, Kamis (29/10/2026) siang. Dengan mengusung tema “Wonoasih Gemilang: Pesona Mangga, Warisan Nusantara”, Kantor Kecamatan Wonoasih menghadirkan gunungan mangga dengan sentuhan ornamen budaya yang menjadi bagian dari penampilan rombongan dalam karnaval tersebut.

Sebanyak 15 staf Kantor Kecamatan Wonoasih turut ambil bagian dalam kegiatan yang mengangkat potensi mangga sebagai daya tarik daerah. Kehadiran rombongan ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah kota dalam mempromosikan kekayaan lokal melalui kegiatan yang memadukan kreativitas, seni, dan budaya.

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

Penampilan Kecamatan Wonoasih mengandalkan sebuah gunungan mangga yang diarak menggunakan kendaraan tossa. Gunungan tersebut dirancang dengan berbagai ornamen, termasuk patung ogoh-ogoh, sehingga menghadirkan perpaduan antara hasil pertanian dan ekspresi seni yang memberikan ciri khas tersendiri pada penampilan rombongan.

Tema “Wonoasih Gemilang: Pesona Mangga, Warisan Nusantara” dipilih untuk merepresentasikan semangat mengenalkan potensi wilayah melalui pendekatan kreatif. Mangga yang menjadi elemen utama penampilan tidak hanya menggambarkan kekayaan hasil pertanian, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan terhadap potensi lokal yang dapat terus dikembangkan.

Camat Wonoasih, Eko Candra Wirawan, S.STP., M.M., mengatakan keikutsertaan dalam Mango Carnival of Indonesia menjadi kesempatan bagi Kecamatan Wonoasih untuk berkontribusi dalam memeriahkan agenda pemerintah kota sekaligus memperkenalkan karakter wilayah. “Kami ingin membawa semangat Wonoasih Gemilang melalui kreativitas yang mengangkat pesona mangga dan kekayaan budaya Nusantara. Harapannya, potensi lokal semakin dikenal dan mampu menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya sendiri,” ujarnya.

Menurut Eko Candra, partisipasi tersebut juga mencerminkan pentingnya kebersamaan dan kerja sama dalam mendukung kegiatan yang membawa nama daerah. Keterlibatan 15 staf Kantor Kecamatan Wonoasih menjadi bagian dari upaya bersama untuk menampilkan kreativitas sekaligus memberikan kontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan karnaval.

Iring-iringan Kecamatan Wonoasih memulai perjalanan dari depan Kantor Wali Kota Probolinggo. Dari titik keberangkatan tersebut, rombongan bergerak menyusuri Jalan Suroyo menuju kawasan Alun-Alun Kota Probolinggo, sebelum melanjutkan perjalanan melalui Jalan Ahmad Yani dan Jalan Panjaitan hingga mencapai Stadion Bayuangga sebagai titik akhir rute karnaval.

Sepanjang perjalanan, gunungan mangga yang diarak menggunakan tossa menjadi elemen utama yang menggambarkan tema penampilan Kecamatan Wonoasih. Ornamen patung ogoh-ogoh turut memperkuat karakter visual yang ditampilkan, sekaligus memperlihatkan kreativitas dalam memadukan berbagai unsur seni untuk mendukung promosi potensi daerah.

Eko Candra menambahkan, kegiatan seperti Mango Carnival of Indonesia dapat menjadi wadah bagi setiap kecamatan untuk menunjukkan identitas dan keunggulan wilayah masing-masing. Melalui partisipasi dalam kegiatan tersebut, pemerintah kecamatan memiliki kesempatan untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya mengenali, menjaga, dan mengembangkan potensi lokal.

Baginya, pengenalan potensi daerah tidak harus dilakukan melalui pendekatan formal, tetapi juga dapat dikemas dalam bentuk pertunjukan yang menarik dan mudah diterima masyarakat. Kreativitas dalam menampilkan mangga bersama ornamen budaya menjadi salah satu cara untuk menghadirkan pesan tersebut dalam sebuah perhelatan publik.

Kecamatan Wonoasih juga menempatkan unsur kebudayaan sebagai bagian penting dari konsep penampilannya. Kehadiran patung ogoh-ogoh di antara ornamen gunungan mangga memberikan sentuhan artistik yang memperkaya tampilan sekaligus membawa nuansa keberagaman budaya Nusantara ke dalam rangkaian karnaval.

Di sisi lain, pengangkatan mangga sebagai tema utama memiliki pesan tentang pentingnya memberikan nilai tambah pada potensi lokal. Komoditas pertanian dapat diperkenalkan melalui berbagai cara yang kreatif sehingga tidak hanya dikenal sebagai produk konsumsi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari identitas dan daya tarik suatu wilayah.

Partisipasi Kecamatan Wonoasih dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya Pemkot Probolinggo dalam memperkenalkan potensi daerah melalui kegiatan yang melibatkan berbagai unsur kewilayahan. Setiap peserta memiliki kesempatan untuk menampilkan gagasan dan kreativitas sesuai karakter masing-masing, sehingga tercipta keberagaman atraksi dalam satu perhelatan.

Melalui tema yang diusung, Kecamatan Wonoasih ingin menegaskan bahwa semangat membangun daerah dapat dimulai dari kepedulian terhadap kekayaan yang dimiliki. Potensi pertanian, kreativitas masyarakat, serta pelestarian budaya menjadi unsur yang dapat saling melengkapi dalam memperkuat identitas wilayah.

Keikutsertaan dengan membawa gunungan mangga dan ornamen patung ogoh-ogoh menjadi salah satu bentuk ekspresi kreatif Kecamatan Wonoasih dalam mendukung Mango Carnival of Indonesia 2026. Penampilan tersebut diharapkan dapat memperluas pengenalan potensi lokal sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam mendukung kegiatan pembangunan dan promosi daerah.

Dengan semangat “Wonoasih Gemilang: Pesona Mangga, Warisan Nusantara”, Kecamatan Wonoasih menutup partisipasinya dengan membawa pesan tentang kebanggaan terhadap potensi lokal dan pentingnya kreativitas dalam memperkenalkan kekayaan daerah. Melalui kolaborasi dan keterlibatan aktif dalam kegiatan tersebut, Wonoasih turut mengambil bagian dalam memeriahkan agenda Kota Probolinggo sekaligus mendukung penguatan identitas daerah melalui seni, budaya, dan potensi pertanian.

(Saila)