PPNews.id | Probolinggo – Kekompakan jajaran pemerintahan Kecamatan Mayangan terlihat dalam gelaran Mango Carnival of Indonesia yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo, Kamis (29/10/2026) siang. Lima lurah se-Kecamatan Mayangan turut berpartisipasi aktif mendampingi Camat Mayangan, Deus Nawandi, dengan mengenakan kostum bernuansa mangga dalam penampilan bertema “Pesona Mangga Pesisir Mayangan”.
Keterlibatan lima lurah tersebut menjadi salah satu bagian penting dari penampilan Kecamatan Mayangan. Mereka tidak hanya hadir sebagai perwakilan wilayah kelurahan, tetapi juga ikut menyemarakkan karnaval bersama camat dengan menampilkan kekompakan dan semangat kebersamaan dalam mengangkat potensi serta identitas daerah.
Dengan balutan kostum bernuansa mangga, kelima lurah tampil selaras dengan konsep yang diusung Kecamatan Mayangan. Kehadiran mereka memperkuat karakter rombongan sekaligus menunjukkan dukungan nyata jajaran kelurahan terhadap kegiatan yang diselenggarakan Pemkot Probolinggo.
Camat Mayangan, Deus Nawandi, terlihat bersama jajaran lurah dalam rombongan yang mengusung tema “Pesona Mangga Pesisir Mayangan”. Partisipasi bersama tersebut menggambarkan sinergi antara pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam menyukseskan agenda daerah melalui penampilan yang kreatif dan memiliki ciri khas.
Kehadiran lima lurah itu juga menjadi wujud keterlibatan langsung unsur pemerintahan di tingkat kelurahan dalam memperkenalkan karakter Kecamatan Mayangan. Dengan mengusung konsep yang sama, seluruh jajaran berupaya menghadirkan penampilan yang padu, mulai dari kostum peserta hingga dekorasi kendaraan dan ornamen mangga yang ditampilkan.
Tidak hanya menonjolkan kekompakan personel, Kecamatan Mayangan juga menghadirkan sejumlah gunungan mangga yang diarak menggunakan mobil pikap. Gunungan tersebut menjadi bagian dari daya tarik rombongan sekaligus mempertegas tema utama yang diangkat dalam Mango Carnival of Indonesia 2026.
Penampilan semakin menarik dengan kehadiran kendaraan Tossa yang dimodifikasi menyerupai kapal nelayan. Kendaraan tersebut dihiasi buah mangga yang bergelantungan, menghadirkan perpaduan visual antara tema mangga dan identitas masyarakat pesisir yang menjadi ciri khas Kecamatan Mayangan.
Konsep kapal nelayan tersebut dipilih untuk merepresentasikan kehidupan warga Mayangan yang dikenal dekat dengan aktivitas melaut. Sebagai wilayah pesisir Kota Probolinggo, Mayangan memiliki karakter masyarakat yang sebagian bekerja sebagai nelayan, sehingga unsur kapal menjadi simbol yang relevan dengan identitas daerah.
Camat Mayangan, Deus Nawandi, menyampaikan bahwa keikutsertaan bersama lima lurah merupakan bagian dari semangat kebersamaan dalam menyemarakkan kegiatan yang diinisiasi Pemkot Probolinggo. Menurutnya, keterlibatan jajaran kecamatan dan kelurahan menjadi kekuatan dalam menampilkan potensi wilayah melalui konsep yang kreatif.
“Partisipasi dalam Mango Carnival of Indonesia ini menjadi momentum bagi kami untuk menunjukkan kekompakan jajaran Kecamatan Mayangan bersama lima kelurahan. Kami ingin hadir tidak hanya untuk memeriahkan kegiatan, tetapi juga membawa identitas Mayangan melalui tema ‘Pesona Mangga Pesisir Mayangan’ yang menggambarkan karakter masyarakat pesisir,” ujar Deus Nawandi.
Ia menambahkan, keaktifan para lurah dalam mendampingi camat merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan yang memberikan ruang bagi setiap wilayah untuk menampilkan ciri khasnya. Melalui keterlibatan tersebut, diharapkan koordinasi dan kebersamaan ant jajaran pemerintahan semakin kuat dalam mendukung program serta agenda pemerintah daerah.
Bagi Kecamatan Mayangan, keterlibatan lima lurah tidak sekadar menjadi pelengkap dalam barisan karnaval. Kehadiran mereka dengan kostum senada menjadi representasi kebersamaan dalam membawa nama wilayah, sekaligus menunjukkan bahwa promosi potensi daerah dapat dilakukan melalui kolaborasi lintas pemerintahan.
Tema “Pesona Mangga Pesisir Mayangan” sendiri dirancang untuk menggabungkan unsur buah mangga dengan karakter masyarakat pesisir. Perpaduan gunungan mangga, kendaraan berbentuk kapal nelayan, serta kostum bernuansa mangga yang dikenakan para lurah menghadirkan satu kesatuan konsep yang mencerminkan kekhasan wilayah.
Partisipasi tersebut juga memperlihatkan pentingnya keterlibatan pemerintah kelurahan dalam mendukung kegiatan di tingkat kota. Dengan kehadiran para lurah bersama camat, Kecamatan Mayangan berupaya membangun penampilan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga membawa pesan tentang sinergi, kreativitas, dan kebanggaan terhadap wilayah.
Mango Carnival of Indonesia menjadi kesempatan bagi Kecamatan Mayangan untuk memperlihatkan kekuatan kolaborasi antara camat dan para lurah dalam mengangkat identitas lokal. Dukungan dan keaktifan seluruh jajaran diharapkan dapat menjadi modal untuk terus mendorong keterlibatan wilayah dalam berbagai kegiatan promosi daerah.
Melalui partisipasi yang kompak tersebut, Kecamatan Mayangan menunjukkan bahwa keberhasilan membawa nama daerah tidak terlepas dari kerja bersama seluruh unsur pemerintahan. Kehadiran Camat Mayangan Deus Nawandi yang didampingi lima lurah, dipadukan dengan konsep mangga dan kapal nelayan, menjadi gambaran semangat kebersamaan dalam menyemarakkan Mango Carnival of Indonesia 2026 sekaligus memperkenalkan karakter khas masyarakat pesisir Mayangan kepada publik. (Septyan)














