PPNews.id | Probolinggo – Memasuki periode musim penghujan, kesiapan menghadapi ancaman bencana alam menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Probolinggo bersama unsur TNI-Polri dan instansi terkait. Seluruh kekuatan lintas sektor mulai dipersiapkan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir, tanah longsor, maupun dampak cuaca ekstrem sepanjang musim hujan 2026/2027.
Keseriusan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026/2027 di depan Kantor Pemerintah Kota Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman Nomor 19, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Jumat (6/11/2026) pagi.
Apel yang melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan aparat keamanan itu dipimpin langsung Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin. Turut mendampingi di mimbar pimpinan apel, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Lucky Permana Putra dan Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriyantono. Adapun Komandan Apel dijabat Kasat Samapta AKP Agus Nurfadianto.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kesiapan bersama dalam menghadapi situasi kebencanaan, sekaligus memastikan seluruh unsur memiliki kesiapan personel, sarana, dan prasarana yang memadai ketika dibutuhkan dalam penanganan darurat.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Budiono Wirawan, Kepala Pelaksana BPBD Boedi Harjanto, Wakapolres Kompol Wiwin Rusly bersama jajaran pejabat utama Polres, Kasubbagbin Kejari Fuat Zamroni, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Probolinggo.
Kekuatan gabungan yang mengikuti apel terdiri atas personel Kodim 0820, Polres Probolinggo Kota, Satpol PP, BPBD, Tagana, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, serta unsur Pramuka. Keterlibatan berbagai elemen tersebut mencerminkan pentingnya kerja sama dalam menghadapi ancaman bencana yang membutuhkan penanganan terpadu.
Tidak berhenti pada pemeriksaan barisan, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kesiapan operasional. Wali Kota bersama Kapolres dan Dandim meninjau langsung personel serta sejumlah peralatan penanggulangan bencana milik BPBD untuk memastikan seluruh perlengkapan berada dalam kondisi siap digunakan.
Dalam arahannya, Wali Kota dr. Aminuddin mengingatkan bahwa perubahan cuaca selama musim penghujan perlu diantisipasi melalui tindakan nyata dan terukur. Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi perhatian utama agar potensi bencana tidak berkembang menjadi kejadian yang menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.
Ia meminta seluruh perangkat daerah meningkatkan kegiatan mitigasi, terutama yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dan infrastruktur pengendali air. Program Gotku Resik, normalisasi sungai, serta pemangkasan pohon yang berisiko tumbang menjadi beberapa langkah yang perlu terus digencarkan.
“Persiapan menghadapi bencana harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya menunggu ketika kejadian berlangsung. Kita perlu memperkuat kegiatan pencegahan melalui pembersihan saluran lingkungan, normalisasi sungai, pemangkasan pohon, dan membangun koordinasi yang efektif melalui posko terpadu bersama TNI, Polri serta seluruh instansi terkait,” kata Aminuddin.
Selain penanganan lingkungan, ia juga menginstruksikan agar pemetaan kawasan rawan bencana terus diperbarui. Informasi mengenai wilayah yang berpotensi terdampak diperlukan sebagai dasar menentukan langkah antisipasi dan mempercepat pengerahan bantuan apabila terjadi keadaan darurat.
Optimalisasi sistem peringatan dini atau Early Warning System juga menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Keberadaan sistem tersebut diharapkan mampu memberikan informasi lebih cepat sehingga masyarakat dan petugas memiliki waktu untuk mengambil langkah penyelamatan.
Aminuddin menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana sangat bergantung pada kesiapan seluruh unsur yang terlibat. Oleh sebab itu, koordinasi tidak boleh hanya dilakukan saat kondisi darurat, melainkan harus dibangun sejak tahap pencegahan dan kesiapsiagaan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap lengah terhadap perubahan cuaca. Kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, terutama di kawasan yang berpotensi mengalami genangan maupun bencana lainnya, perlu terus ditingkatkan.
“Dengan adanya apel ini, saya berharap seluruh unsur semakin siap, tanggap, dan mampu bergerak cepat menghadapi setiap kemungkinan bencana. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, sehingga kesiapan petugas harus benar-benar diikuti dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga kewaspadaan,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Lucky Permana Putra memastikan jajaran kepolisian siap memperkuat langkah pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kesiapan personel dan sarana pendukung untuk membantu berbagai kebutuhan penanganan di lapangan.
Menurut Lucky, kepolisian memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran penanganan bencana, mulai dari membantu upaya mitigasi, pengamanan wilayah terdampak, pengaturan arus lalu lintas, hingga mendukung proses evakuasi masyarakat.
“Polres Probolinggo Kota siap bersinergi dan memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Kota Probolinggo serta BPBD. Personel kami siagakan untuk mendukung kegiatan di posko terpadu, membantu langkah mitigasi, serta melakukan pengamanan dan evakuasi apabila diperlukan. Kami ingin memastikan setiap potensi bencana dapat direspons dengan cepat sehingga dampaknya bisa diminimalkan dan situasi kamtibmas tetap terjaga,” ujar AKBP Lucky.
Ia menambahkan, kerja sama antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur penanggulangan bencana menjadi kunci dalam menciptakan respons yang efektif. Setiap instansi diharapkan memahami tugas masing-masing agar tidak terjadi hambatan ketika dibutuhkan tindakan cepat.
Kesiapan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan dengan potensi kerawanan bencana. Dengan koordinasi yang kuat, proses penanganan diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan tepat sasaran.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Probolinggo bersama Polres dan Kodim 0820 menegaskan pentingnya membangun kesiapsiagaan secara kolektif. Ancaman bencana hidrometeorologi membutuhkan respons bersama, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat.
Apel kesiapsiagaan tersebut diharapkan menjadi landasan untuk memperkuat koordinasi dan memastikan seluruh sumber daya penanggulangan bencana dapat dimobilisasi secara optimal selama musim penghujan 2026/2027.
Dengan kesiapan personel, dukungan peralatan, langkah mitigasi, serta partisipasi masyarakat, Kota Probolinggo diharapkan mampu mengurangi risiko bencana dan memberikan perlindungan maksimal bagi keselamatan warga. (Saila)












