Polri Untuk Indonesia
TNI POLRI

Cegah Gesekan Sosial, Polres Jember Dorong Ormas Aktif Bangun Komunikasi dengan Masyarakat

×

Cegah Gesekan Sosial, Polres Jember Dorong Ormas Aktif Bangun Komunikasi dengan Masyarakat

Share this article

PPNews.id | Jember – Potensi gesekan sosial di tengah masyarakat menjadi perhatian jajaran Polres Jember. Untuk mencegah persoalan kecil berkembang menjadi konflik, kepolisian mendorong keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam membangun komunikasi yang terbuka dan menjaga suasana daerah tetap kondusif.

Pesan tersebut disampaikan Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., saat menerima Ketua DPC Jember MADAS Serumpun, Gunawan Wibisono, dalam agenda silaturahmi dan penguatan sinergi, Senin (31/8/2026).

Polri Presisi
Polri Untuk Indonesia

Dalam pertemuan itu, komunikasi antara kepolisian dan organisasi masyarakat menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Kedua pihak memandang bahwa persoalan sosial akan lebih mudah diredam apabila tersedia ruang dialog sebelum berkembang menjadi konflik.

Kapolres Jember mengatakan, menjaga keamanan wilayah tidak dapat dibebankan hanya kepada institusi kepolisian. Kondusivitas daerah membutuhkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dari berbagai unsur.

Menurutnya, organisasi kemasyarakatan mempunyai peran yang cukup penting karena memiliki jaringan serta kedekatan dengan masyarakat. Peran tersebut dapat diarahkan untuk membantu menciptakan suasana yang aman sekaligus menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan.

“Kamtibmas adalah tanggung jawab kita bersama. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan komunikasi dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan baik dan tidak berkembang menjadi konflik,” ujar AKBP Alaiddin.

Ia menilai komunikasi dua arah perlu terus dibangun. Masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan tidak perlu ragu menyampaikan persoalan yang muncul sehingga dapat dicari jalan keluar bersama.

“Kami ingin membangun komunikasi yang sehat. Jika ada persoalan di masyarakat, mari kita komunikasikan dan cari solusi bersama. Jangan sampai perbedaan pendapat justru menimbulkan gesekan,” tegasnya.

Menurut Kapolres, perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, perbedaan tersebut harus dikelola dengan cara yang tepat agar tidak berubah menjadi pertentangan.

Karena itu, Polres Jember membuka ruang bagi organisasi masyarakat untuk memberikan masukan maupun kritik. Hal tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari kontrol sosial sekaligus bahan evaluasi bagi kepolisian.

“Kami berharap MADAS Serumpun maupun organisasi lainnya dapat menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga kondusivitas Jember. Kritik dan masukan tentu kami butuhkan sepanjang disampaikan secara konstruktif dan sesuai koridor hukum,” tambahnya.

Ketua DPC Jember MADAS Serumpun Gunawan Wibisono menyambut baik pola komunikasi yang dibangun oleh Kapolres Jember. Ia menilai pertemuan tersebut memberikan ruang bagi organisasi masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam menjaga keamanan daerah.

Gunawan mengatakan, organisasi masyarakat harus mampu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

“Kami mengapresiasi undangan dari Bapak Kapolres. Ini merupakan bentuk keterbukaan dan komunikasi yang sangat baik. MADAS Serumpun siap bersinergi dengan Polri dalam menjaga Kamtibmas di Kabupaten Jember,” katanya.

Ia memastikan MADAS Serumpun akan mengedepankan pendekatan dialog ketika menghadapi persoalan yang bersinggungan dengan masyarakat.

“Kami ingin organisasi hadir sebagai bagian dari solusi. Ketika ada persoalan di masyarakat, kami akan mengedepankan komunikasi, musyawarah dan langkah-langkah yang sesuai dengan aturan hukum,” ujar Gunawan.

Selain persoalan yang muncul secara langsung, Gunawan juga menyoroti pentingnya masyarakat berhati-hati dalam menerima informasi, khususnya kabar yang beredar melalui media sosial.

Menurut dia, informasi yang belum terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman apabila langsung dipercaya dan disebarluaskan.

“Kami siap membantu menjaga suasana Jember tetap sejuk. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Kalau ada persoalan, mari kita dudukkan bersama dan mencari jalan keluar yang terbaik,” tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya MADAS Serumpun untuk mengambil peran dalam menjaga stabilitas sosial. Organisasi masyarakat dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk tidak memperkeruh keadaan ketika muncul persoalan.

Gunawan juga menegaskan bahwa perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan bagi masyarakat untuk saling berhadapan. Sebaliknya, perbedaan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.

Dari pertemuan tersebut, Polres Jember dan MADAS Serumpun sepakat bahwa keamanan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kepolisian memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam penegakan hukum, sementara masyarakat dapat mengambil peran melalui kepedulian dan partisipasi sosial.

Sinergi yang telah dibangun diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk komunikasi rutin maupun kegiatan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

Tidak hanya berkaitan dengan Kamtibmas, kerja sama tersebut juga berpotensi diwujudkan melalui kegiatan sosial, edukasi publik, serta berbagai program yang mendorong terciptanya hubungan harmonis antarwarga.

Bagi kedua pihak, menjaga Jember tetap aman bukan hanya soal mencegah tindak kriminal, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar mampu menyelesaikan perbedaan secara dewasa.

“Harapan kami sederhana, Jember tetap aman, masyarakat nyaman, dan semua pihak bisa saling menghargai. Perbedaan adalah hal biasa, tetapi persatuan dan kepentingan masyarakat harus menjadi yang utama,” pungkas Gunawan.

Dengan komunikasi yang semakin terbuka antara kepolisian dan organisasi kemasyarakatan, berbagai persoalan diharapkan dapat ditangani sejak dini. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menjaga Jember tetap aman, sejuk, dan kondusif. (Syll)