Majalengka, Program Padat Karya Tunai (PKT) yang dialokasikan oleh pemerintahan Desa Enggalwangi Kecamatan Palasah yang dinaungi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) kabupaten majalengka diduga tidak transparan. Pasalnya papan proyek yang terpasang di lokasi kegiatan, tidak tercantum nilai anggaran yang di alokasikan. Program tersebut dikucurkan oleh pemerintah daerah dari sumber keuangan Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Majalengka Jawa Barat
Menurut narasumber kegiatan pengerasan jalan dari program PKT tersebut terkesan asal-asalan. Selain itu program pengerasan jalan tersebut diduga tidak digiling menggunakan alat berat pada umumnya. Ungkapnya
Lebih lanjut kata sumber, program PKT tersebut wajib dilaksanakan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas), dan mempekerjakan masyarakat. Namun yang terjadi di pemerintahan desa enggalwangi kecamatan palasah tersebut, diduga Pokmas tidak ada fungsinya. Pasalnya dana yang seharusnya dikelola melalui struktur kelompok masyarakat, diduga malah di monopoli, dan sepenuhnya diatur oleh Abidin kepala desa enggalwangi. Ujarnya
“Program PKT desa enggalwangi kecamatan palasah, lihat aja ke lokasi pekerjaan pak. Masa dari dana yang cukup lumayan besar, dari temanya aja untuk pengerasan jalan, tapi kenapa ko tidak menggunakan alat berat stoom. Jadi kalau dilihat, pekerjaan tersebut terkesan asal-asalan. Dan anehnya lagi, dana PKT yang seharusnya di kelola oleh struktur pokmas, malah di monopoli oleh kades Abidin. Dan dia yang mengatur anggaran sepenuhnya, dan lagi di papan proyek juga tidak dituliskan nilai anggaranya, selain tidak taat administrasi mereka tidak juga tidak transparan. Padahal itu kan uang negara dari pajak yang dibayar oleh masyarakat, tapi kenapa tidak transparan, kalau di lihat dari papan proyek pekerjaan tersebut dibawah naungan dinas DPMD, berarti sebagai panutan, dinas juga seolah tutup mata mengajari desa untuk berbuat yang tidak baik” Ungkapnya
Sementara kepala desa enggalwangi sampai hari ini susah untuk ditemui. Untuk meminta klarifikasi, awak media mendatangi kantor desa enggalwangi guna meminta klarifikasi dari sekretaris desa terkait seputar program PKT. Sekretaris desa menjawab, ketua Pokmas mah pak ambang, tapi untuk keuangan semua di ambil alih sepenuhnya pak Kuwu, pokmas mah hanya sebuah wadah, kita hanya menyaksikan saja, makanya saya bingung mau menjawab apa ke rekan media. Kalau saya yang melaksanakan pasti saya jawab apa adanya. Pungkas Sekdes. 15/01
(Tim/red)












