Majalengka, alih-alih dugaan pungli yang mengatasnamakan studytour, lagi-lagi kembali terjadi di dunia pendidikan. Dugaan pungli tersebut diduga terjadi di beberapa Sekolah Menengah Atas Negri (SMAN) yang ada di Kabupaten Majalengka Jawa Barat.
Konon dugaan pungli yang mengatasnamakan studytour, salah satunya terjadi di SMAN ternama.
Salah satunya orang tua siswa yang berinisial HA pada hari minggu tepatnya tanggal 24 desember mengatakan kepada awak media, terkait adanya acara studytour yang sudah diselenggarakan oleh pihak SMAN 1 Jatiwangi, pada tanggal 11 sampai dengan 16 desember lalu, membuat dirinya harus menanggung beban untuk melunasi hutangnya. Dirinya merasa keberatan karena tarif yang dibandrol oleh pihak sekolah dimana anaknya menuntut ilmu yang sudah dibayarnya dengan nilai rupiah yang sangat besar.
Namun keberatan yang disampaikan oleh HA yang sudah tersampaikan kepada pihak sekolah sebelum pemberangkatan studytour ke Bali, diduga tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapannya. Malah alih-alih dugaan pungli yang mengatasnamakan studytour ini pihak sekolah menjawab dengan alibinya “ini adalah ajuan dari siswa” Dalihnya
Dikatakan oleh HA, acara studytour yang sudah diselenggarakan oleh pihak sekolah SMAN 1 Jatiwangi, pada pemberangkatan hari senin tanggal 11 desember lalu, diduga masih berbuntut keluhan dari orang tua siswa. Menurut HA orang tua siswa yang mengeluh bukan hanya dirinya saja, melainkan orang tua siswa lainya masih banyak yang betanggapan seperti dirinya. Pasalnya keluhan itu selain tarif yang sudah dibayar oleh orang tua siswa dengan nominal yang cukup besar, dengan tujuan ke Bali itu, dari pihak sekolah sebelumnya dituding tidak melakukan pemberitahuan terlebih dahulu kepada orang tua siswa. Ujarnya
Salah satu orang tua siswa yang berinisial AR warga daerah kecamatan jatiwangi, mengatakan “saat anak laki-laki nya sedang duduk di bangku kelas ll dua pada tahun kemarin 2022, tarif studytour yang ditetapkan oleh pihak SMAN 1 Jatiwangi untuk senilai Rp. 1.700.000 (Satu Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah), dengan tujuan ke Bali berikut ke kota Jogya Jawa Tengah.
Namun apa yang dikatakan AR kepada pihak media, biaya studytour naik 200ribu rupiah. Yang tadinya tahun kemarin 1,7 juta, kemudian tahun ini menjadi 1,9 juta rupiah. Tutur AR
Lebih lanjut HA menjelaskan, studytour ini hanya untuk siswa kelas ll dua saja. Pemberangkatan SMAN 1 Jatiwangi lebih dulu start dari sekolah hari senin tanggal 11 desember, menuju ke Bali dengan menggunakan kurang lebih 8 delapan unit bus dengan bangku dua-dua. Kemudian menurut HA keesokan harinya pada tanggal 12/12 disusul oleh pemberangkatan peserta studytour yang dari SMAN Majalengka. Kata HA
Masih dengan HA, dirinya tak segan mengatakan, bahwa disekolah SMAN Majalengka dengan tujuan yang sama, tarif yang harus dibayar oleh orang tua siswa, sama seperti bandrol yang ditetapkan oleh SMAN 1 Jatiwangi, yang mana tarif tersebut sebesar 1,9juta rupiah per siswa. Jelas HA
HA mengatakan, keberangkatan rombongan dari SMAN 1 Jatiwangi kurang lebih diikuti 300 siswa didik kelas ll dua, dan kurang lebihnya 24 orang guru. Dengan perjalanan yang ditempuh dari Majalengka menuju ke Bali hari Senin tanggal 11/12, tiba di Bali pada hari selasa tanggal 12/12. Sesudah tiba di Bali kemudisn rombongan menuju ke hotel Arunika yang diduga sudah terkondisikan oleh pihak sekolah sebelumnya. Ucapnya
Dikatakan oleh HA, sesampainya di Bali pada hari selasa tanggal 12 desember 2023. Sesuatu hal terjadi diluar dugaan, seorang guru yang ikut berangkat studytour dengan nama Caslim, yang tadinya terlihat sehat dan tidak ada tanda-tanda sakit, Pak Caslim seorang guru matematika diduga meninggal dunia pada saat sedang di Bali, tepatnya pada hari kamis tanggal 14 desember 2023. Tak menunggu lama para guru bergegas Pak Caslim segera dipulangkan menuju kediamanya agar segera cepat dikebumikan Ungkapnya
“Sampai detik ini pihak media pun belum mendapatkan informasi penyebab meninggalnya Pak Caslim seorang guru matematika tersebut”
Singkat cerita kata HA, dengan suasana gembira yang bercampur duka. Rombongan dari SMAN 1 Jatiwangi pulang pada hari jumat tanggal 15 desember sesuai rute, dari Bali menuju ke Kota Jogya Jawa Tengah. Setibanya di Jogya setelah transit, perjalanan dilanjutkan kembali, tiba di sekolah pada hari sabtu tanggal 16 desember 2023. Tutur HA
“Yang wajib mengikuti studytour hanya siswa kelas ll dua saja, dengan biaya sembilan belas, berangkat dari sekolah tanggal 11 desember. Pokonya sebelum pemberangkatan tanggal 11 itu biaya bagi orang tua siswa yang tidak mampu bisa menyicil, tetapi dengan sarat harus segera dilunasi sebelum tanggal 11 desember 2023. Agendanya cuma lima hari sih, tujuan pertama ke Bali terus pulangnya transit ke jogya. Pemberangkatan dengan menggunakan 8 unit bus, di ikuti kurang lebih 300 siswa dan 24 orang guru. Memang ini mah bisa jadi masalah pak, jadi si orang tua siswa itu tidak tau kalau mau diadakan studytour ke Bali, karena sebelumnya orang tua siswa tidak diberitahu oleh pihak sekolah. Alangkah baiknya jika ada tujuan seperti ini sebelumnya para orang tua siswa itu dipanggil untuk di rapatkan. Kira-kira bagi orang tua yang tidak mampu jangan juga diwajibkan anaknya harus ikut. Tau sendiri keadaan kita lagi begini, terus terang saja dengan keterpaksaan saya juga hutang pinjam untuk membayar biaya dan bekal anak di perjalanan. Kurang lebih kita sudah menghabiskan uang 3juta total semuanya hanya untuk memenuhi kebutuhan studytour anak saya. jadi kita tinggal memikirkan untuk mengembalikan uang yang dipinjam sama saya”
“Harapan kami orang tua siswa, agar acara-acara studytour ini dihilangkan secara permanen, jangan ada lagi ditingkat jenjang sekolah SD, SMP, dan SMA untuk mengadakan acara studytour, yang sifatnya membuat pusing orang tua siswa yang tidak mampu” Ujar HA
Sementara pada hari Jumat 22/12 Kepala Sekolah SMAN 1 Jatiwangi Arif saat dikonfirmasi melalui sambungan pesan aplikasi watshap belum ada jawaban.Terpisah karena belum ada klarifikasi dari Arif pemangku kebijakan di sekolah tersebut, selanjutnya awak media melakukan konfirmasi kepada wakil kepala sekolah Suhendra, beliau baru menjawab pada hari Senin 25 desember. Dengan jawaban singkatnya wakil kepala sekolah tersebut Suhendra menjawab “waalaikumsalam maaf pak hp saya eror, ke sekolah aja pak 🙏🙏🙏Pungkas Suhendra 25/12
(Tim/red)














