MAJALENGKA – Beredarnya kabar penolakan warga di Kompleks Giri Asih KPU Majalengka terkait pembanguann dapur Makan Bergiri Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kecamatan Majalengka dipastikan tetap berjalan.
“Kendati ada kabar penolakan pembangunan tetap berjalan hal tersebut karena kurangnya sosialisasi ke masyarakat setempat dan dipastikan akan disosialisakan lagi,” kata Ridho, salah satu staf pegawai pemilik dapur MBG tersebut.kepada media, Minggu (23/11/25).
Menurut keterangan Ridho, pihaknya sudah mendaftar, mengajukan titik koordinat dapur beserta video kondisi akses dan lingkungan dan mengikuti petunjuk dari Badan Gizi Nasional (BGN) sesuai prosedur, diverifikasi BGN dan keluar izin pembangunan berua komitmen persiapan selama 45 hari dan ketika masih ada warga sekitarnya menolak kami akan melakukan sosialisasi lagi.
“Kami mengajukan ke BGN untuk di Kecamatan Majalengka karena pemilik punya tanah pribadi di Kompleks Giri Asih KPU Majalengka. Proses pengajuan ke BGN karena proyek strategis pemerintah nasional memang tidak seketat bangunan komersial lain seperti pendirian alfamart misalnya harus ada izin tetangga/warung. Dan untuk pendirian dapur MBG ini kita memang ditenggat waktu setelah di Acc naik.proses pengajuan ke proses persiapan selama 45 hari. Dan kita di awal sudah berkomitmen dengan BGN.
Di komplek tersebut ada dapur lain yang sudah berdiri dua dapur MBG.
Sebelum memulai pembangunan kami datang ke sana ke tetangga mohon izin dukungan. Secara teknis tidak disarankan izin ke Camat dan lainnya. Namun sesuai adat ketimuran kita sowan ke RT dan tetangga sekitarnya, kelurahan, Babinsa, Koramil, koordinator SPPI dan lainnya bahwa kita mau membangun dapur MBG. Kita sudah melakukan musyawarah bersama Ketua RT, lurah dan perwakilan tetangga. Dan kita jelaskan bahwa pembangunan dapur MBG kita sesuai dengan standar dari BGN termasuk IPAL kita, ” papar Ridho.
Masih kata Ridho, keberdaan dapur MBG di Kabupaten Majalengka merupakan program nasional Presiden Prabowo yang perlu kita dukung untuk penyediaan gizi gratis dari siswa.
“Manfaat adanya dapur MBG ini.bukan hanya untuk meningkatkan kesehatan, akan tetapi akan menyerap tenaga kerja sekitarnya serta meningkatkan UMKM (pemberdayaan ekonomi lokal). Harapannya keberadaan dapur MBG ini akan memberi nilai tambah secara soaial,” pungkasnya. (Kodir)














