PPNews.id | Probolinggo – Memasuki fase menjelang panen, perkembangan tanaman jagung di wilayah Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, mendapat perhatian dari jajaran kepolisian setempat. Polsek Sumberasih, Polres Probolinggo Kota, kembali turun ke lapangan untuk memastikan program pertanian binaan berjalan sesuai target.
Kali ini, pemantauan menyasar area pertanian jagung seluas 15 hektare milik Subari, warga Dusun Krajan, Desa Muneng Kidul. Pengecekan dilaksanakan pada Senin (2/11/2026) pagi, sekitar pukul 08.40 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Andi Han dari Unit Binmas Polsek Sumberasih melakukan peninjauan langsung ke area tanaman. Petugas mengamati kondisi pertumbuhan jagung sekaligus menggali informasi mengenai proses pemeliharaan yang telah dilakukan pemilik lahan.
Selain memastikan kondisi tanaman, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana bertukar informasi mengenai perkembangan sektor pertanian di lingkungan masyarakat.
Kapolsek Sumberasih AKP Sugeng Apriyanto mengungkapkan, pemantauan lahan pertanian merupakan salah satu bentuk dukungan kepolisian terhadap upaya memperkuat ketahanan pangan.
Menurutnya, pendampingan tidak cukup dilakukan melalui pemantauan administratif. Kehadiran personel secara langsung di area pertanian diperlukan agar informasi mengenai kondisi petani dapat diketahui secara lebih nyata.
Melalui pendekatan tersebut, anggota kepolisian dapat menjalin komunikasi dengan petani, mendengarkan berbagai masukan, sekaligus mengetahui kemungkinan persoalan yang muncul selama proses budidaya berlangsung.
Sugeng menyebut, kegiatan pembinaan ini juga menjadi bagian dari komitmen Polri untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui aktivitas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Dari hasil peninjauan di Desa Muneng Kidul, kondisi tanaman jagung di atas lahan seluas 15 hektare tersebut dilaporkan tumbuh dengan baik. Hingga pelaksanaan pengecekan, belum ditemukan hambatan berarti dalam proses pengembangannya.
Sebagai informasi, lahan pertanian milik Subari mulai ditanami jagung pada 15 Agustus 2026. Sejak awal masa tanam, perkembangan tanaman terus dipantau untuk mengetahui kondisi pertumbuhan hingga mendekati waktu panen.
Berdasarkan perhitungan masa tanam dan hasil pemantauan terakhir, tanaman jagung tersebut diperkirakan siap dipanen pada 30 November 2026.
Kapolsek Sumberasih mengatakan, perkembangan yang terlihat di lapangan sejauh ini cukup menggembirakan. Kondisi tanaman yang tumbuh optimal menjadi salah satu indikator bahwa proses budidaya berlangsung dengan baik.
Ia berharap situasi tersebut dapat terus dipertahankan hingga waktu panen sehingga petani mampu memperoleh hasil produksi sebagaimana yang telah direncanakan.
“Kami terus melakukan pemantauan sekaligus pembinaan kepada pemilik lahan. Melalui komunikasi dan diskusi langsung, kami bisa mengetahui perkembangan pertanian serta menyerap berbagai informasi maupun kendala yang mungkin dihadapi petani,” ujar AKP Sugeng Apriyanto, Senin (2/11/2026).
Ia menambahkan, keterlibatan kepolisian dalam mendukung sektor pertanian diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi masyarakat untuk semakin produktif dalam memanfaatkan potensi lahan yang tersedia.
Bagi Polsek Sumberasih, penguatan ketahanan pangan juga menjadi salah satu ruang untuk membangun sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian di wilayah setempat.
Karena itu, pemantauan terhadap lahan binaan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mengetahui perkembangan produksi pangan sekaligus menjaga hubungan komunikasi dengan para petani.
Keberadaan petugas di tengah aktivitas pertanian diharapkan turut memberikan motivasi bagi masyarakat agar tetap konsisten mengelola lahan dan menjaga produktivitas tanaman.
Dengan luas lahan mencapai 15 hektare dan target panen pada penghujung November mendatang, pertanian jagung di Desa Muneng Kidul menjadi salah satu potensi pangan yang terus mendapatkan pendampingan dari jajaran Polsek Sumberasih.
Selama kegiatan pengecekan berlangsung, seluruh rangkaian aktivitas berjalan lancar. Kondisi keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi pertanian juga terpantau aman serta kondusif. (Syl)














