Majalengka – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Majalengka (UNMA) menyelenggarakan Gebyar FISIP Vol. 4 dengan kegiatan Talkshow dengan tema “Sosial Politik Membangun Generasi yang Kritis dan Peduli Akan Negeri” yang diisi oleh 2 pemateri, Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan dan anggota Komisi IV DPRD Majalengka Muh. Fajar Shidik Ch. di gedung auditorium UNMA, Kamis (31/07/2025).
Kegiatan tersebut diikuti oleh beberapa perwakilan mahasiswa/i perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Majalengka dan organisasi mahasiswa serta aliansi BEM yang se-Kabupaten Majalengka.
Anggota DPRD Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muh. Fajar Shidik Ch. memberikan materi kepada para peserta yang hadir, dalam rangkuman yang bertemakan “Dari Jalanan ke Parlemen : Aktivisme remaja dalam perubahan sosial”.
Dalam materi yang disampaikan, ia mengungkapkan beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh para aktivisme remaja, diantaranya, aktivisme remaja akan diremehkan dan dianggap masih bocah, dikatakan tau apa atau bisa apa.
Kurangnya pengetahuan soal advokasi strategis, keterbatasan jaringan atau akses terhadap pembuat kebijakan, serta sering melakukan pergerakan yang viral namun tidak ada tindak lanjut kebijakan setelahnya.”pungkasnya
Muh Fajar Sidiq mengatakan Tapi justru di situlah tantangan kita, mengubah ekspresi menjadi strategi. Bersuara itu awal, tapi memperjuangkan lewat sistem, itu yang bikin perubahan nyata.Selain tantangan yang akan dihadapi oleh para aktivis muda, ada juga peluang bagi para aktivis muda untuk melakukan gerakan perubahan.
“media sosial mampu memberikan pengaruh atau dampak yang luar biasa jika digunakan dengan etis.
Selain itu, dengan bergabung ke dalam komunitas atau organisasi pemuda, akan menunjang konsolidasi pergerakan.”ujar M.Fajar Sidiq
Ia juga mengatakan, adanya teknologi mampu mempermudah segala bentuk riset, memperluas kampanye, dan membuat advokasi menjadi lebih efisien.
“Jangan terus berada di garis kiri yang melihat pemerintahan selalu salah, tapi jadikanlah program pemerintah dan parlemen sebagai ruang partisipasi terbuka, sehingga kebijakan bisa terkawal untuk kepentingan masyarakat,” Imbuhnya.
Politisi Fraksi PPP Ini, memberikan strategi membangun gerakan berdampak. Dalam membangun gerakan, mulailah dengan isu yang dekat seperti lingkungan sekolah, kekerasan gender, transportasi, hingga kesehatan mental.
Jangan takut untuk berkolaborasi dengan media, LSM, hingga pejabat daerah. Gunakan data dan narasi personal dalam kampanye, jangan ngasal apalagi dengan emosi.
“Lakukan advokasi berlapis, mulai dari edukasi publik, media sosial, audiensi, hingga petisi atau riset kebijakan. Dalam melakukan hal tersebut, bangunlah tim, biar kecil tapi solid,” Tambahnya.
Fajar memberikan tips untuk remaja yang ingin terjun ke dunia aktivisme atau politik. Diantaranya:
Mulai dari rasa peduli itu bahan bakar utama.
Jangan tunggu sempurna. Mulai saja dulu.
Belajar bicara dengan data, bukan emosi.
Kuasai public speaking dan negosiasi.
Bangun reputasi, bukan hanya dikenal tapi dapat dipercaya.
Tetap rendah hati, tapi jangan rendah diri.
“Teman-teman sekalian, aktivisme bukan tujuan akhir. Itu adalah jalan, mulai dari spanduk di jalanan, hingga kertas-kertas di ruang sidang DPRD. Dari keresahan generasi hari ini, bisa lahir perubahan untuk generasi mendatang.” Ucapnya














